KENDAL, 27 Mei 2026 – Semangat berkurban masyarakat di Kabupaten Kendal pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terpantau tinggi. Salah satunya di Desa Rowosari, Kecamatan Rowosari, di mana Masjid Besar At Taqwa melaksanakan penyembelihan 22 ekor sapi dan 15 ekor kambing.
Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan ini menjadi cerminan eratnya solidaritas sosial antarwarga. Proses penyembelihan yang berlangsung pada [Sebutkan Hari/Tanggal, misal: Rabu, 27 Mei 2026] tersebut melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan panitia setempat yang bergotong royong mulai dari penyembelihan hingga tahap pendistribusian daging.
Ketua Takmir Masjid Besar At Taqwa, Ahmad Royani, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan antusiasme warga. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kesadaran beragama dan kepedulian masyarakat terhadap sesama.
“Ini adalah bentuk manifestasi ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat tali silaturahmi serta kepedulian sosial antarwarga,” ujar Ahmad Royani.
Di sisi lain, Ketua Panitia Penyembelihan Hewan Qurban, Ahmad Romdoni, menambahkan bahwa mayoritas warga Desa Rowosari yang berprofesi sebagai petani dan nelayan tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk berkurban. Ia menilai, peningkatan jumlah hewan kurban ini menjadi indikator positif bagi kondisi ekonomi dan spiritual warga desa.
“Harapannya, semangat berbagi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” tuturnya.
Guna menjamin keamanan konsumsi daging bagi masyarakat, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kendal turut melakukan pemantauan ketat. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim dokter hewan untuk memeriksa seluruh hewan qurban di berbagai lokasi penyembelihan, termasuk di Desa Rowosari.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan qurban bebas dari penyakit menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun cacing hati.
“Hingga siang ini, tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit berbahaya. Namun, kami tetap memberikan edukasi kepada panitia; apabila saat penyembelihan ditemukan organ dalam seperti hati yang kurang sehat atau terindikasi cacing, sebaiknya segera dimusnahkan dan tidak dikonsumsi,” tegas Pandu.
Rencananya, daging qurban tersebut akan didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang tersebar di empat dusun dan 16 RT di Desa Rowosari. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










