BEKASI, CN- Sabtu 20 Juni 2026– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia akan menggelar konsolidasi nasional secara virtual pada Minggu, 21 Juni 2026. Pertemuan ini dilakukan sebagai respons strategis atas laporan polisi terkait dugaan pelecehan terhadap organisasi profesi serta pengaduan masyarakat mengenai dugaan alih fungsi lahan sawah produktif di Kabupaten Bekasi.
Ketua Umum IWO Indonesia, NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., menyatakan bahwa agenda ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperjuangkan penegakan hukum sekaligus menjaga marwah profesi wartawan.
IWO Indonesia, menurut Icang, merupakan organisasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan demokrasi. Pihaknya menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan pelecehan, penghinaan, maupun upaya pihak mana pun yang merendahkan martabat profesi wartawan. Seluruh upaya yang dilakukan organisasi, lanjutnya, tetap berada pada koridor hukum dan konstitusional.
Konsolidasi nasional ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pengurus dan anggota IWO Indonesia di berbagai daerah untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan di tingkat kepolisian. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk hadir dan merapatkan barisan agar penanganan perkara oleh aparat penegak hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Selain isu pelecehan organisasi, DPP IWO Indonesia juga memberikan atensi serius terhadap laporan masyarakat terkait alih fungsi lahan sawah produktif. Perubahan fungsi lahan tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan serta melanggar tata ruang wilayah di Kabupaten Bekasi.
Organisasi ini mendukung pembangunan daerah yang taat aturan, namun menuntut agar setiap kegiatan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan dievaluasi secara menyeluruh. Bagi IWO Indonesia, kepentingan masyarakat luas dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Dalam menghadapi rangkaian aksi damai yang akan dilaksanakan, DPP IWO Indonesia mengimbau seluruh anggota untuk tetap menjaga situasi agar kondusif. Aksi tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian aspirasi yang tertib, bermartabat, dan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku demi menciptakan ketertiban umum.
Forum koordinasi virtual besok akan menjadi penentu langkah strategis organisasi ke depan, khususnya dalam mengawal laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum agar mendapat kepastian hukum sesuai harapan masyarakat dan insan pers.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










