PEKANBARU, CN – Sabtu 20 Juni 2026-– Di tengah gencarnya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), perhatian terhadap kualitas pendidikan nasional dinilai harus tetap menjadi prioritas utama. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Independen Penampung Aspirasi Masyarakat (DPP-LSM FIPAM), Utema Gea, mendorong pemerintah untuk menyeimbangkan program bantuan sosial dengan peningkatan mutu belajar-mengajar.
Menurut Utema, meskipun program MBG memiliki nilai strategis, kualitas pendidikan jauh lebih krusial bagi keberlangsungan jangka panjang generasi penerus.
“Program Makan Bergizi Gratis sah saja dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa kualitas belajar-mengajar adalah kunci utama. Jika mutu pengajaran, sarana prasarana, dan kurikulum dibenahi, maka anak-anak akan memiliki bekal jangka panjang untuk keluar dari kemiskinan,” ujar Utema dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu (20/06/2026).
Pendidikan, lanjut Utema, merupakan investasi utama bangsa. Tanpa peningkatan kualitas yang signifikan, ia khawatir program bantuan sosial hanya akan menjadi solusi jangka pendek tanpa memberikan dampak berkelanjutan pada daya saing sumber daya manusia (SDM).
Selain menyoroti kualitas, Utema juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap alokasi dana pendidikan. Ia menegaskan bahwa amanat konstitusi mengenai anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN harus dikelola secara akuntabel, transparan, dan bebas dari kebocoran anggaran.
“Anggaran pendidikan kita sudah cukup besar. Namun, jika pengawasannya lemah, dampaknya tidak akan dirasakan secara nyata di sekolah-sekolah. Negara harus memastikan setiap rupiah sampai ke sasaran yang tepat, yakni guru, buku, dan ruang kelas, bukan justru habis di jalur birokrasi,” tegasnya.
Terkait hal tersebut, Utema mendesak DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat sistem audit, meningkatkan transparansi, serta melakukan evaluasi secara berkala.
“Kami meminta agar setiap anggaran pendidikan yang dikucurkan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. Tujuannya adalah agar dana tersebut benar-benar mampu meningkatkan mutu lulusan, bukan sekadar menjadi angka-angka dalam laporan administratif,” tutup Utema.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










