KENDAL, CN –Ada pemandangan berbeda dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren APIK Kauman, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (17/8/2026).
Jika umumnya peserta upacara mengenakan celana panjang dan sepatu, para santri di pesantren ini justru mengikuti upacara dengan sarung, baju putih khas pesantren, dan sandal jepit.
Meski sederhana, upacara berlangsung khidmat dari awal hingga akhir. Tradisi “upacara bersarung” ini ternyata bukan hal baru. Keluarga besar Ponpes APIK Kauman telah mempertahankannya selama sekitar 8 tahun terakhir. Peserta upacara tahun ini seluruhnya santri putra.
Bagi para santri, sarung bukan hanya pakaian sehari-hari. Sarung telah menjadi identitas dan bagian dari tradisi pesantren. Pemakaiannya saat upacara kemerdekaan menjadi simbol bahwa cinta tanah air bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai kepesantrenan.
Berjuang dengan Ilmu, Bukan Senjata
Pengasuh Ponpes APIK Kauman, Gus Aden Sanaya, mengatakan semangat perjuangan santri di era sekarang berbeda dengan para pejuang terdahulu.
โSantri sekarang berjuang dengan ilmu, menjaga akhlak dan mengabdi kepada masyarakat,โ ujar Gus Sanaya.
Ia menegaskan kemerdekaan harus diisi dengan empat hal: ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian. Santri juga dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai santri.
Tantangan generasi santri saat ini, lanjut Gus Sanaya, semakin kompleks. Mulai dari perkembangan teknologi, media sosial, hingga kecerdasan buatan atau _Artificial Intelligence_ (AI) harus disikapi bijak.
โKemajuan teknologi bisa menjadi sarana belajar dan berdakwah, selama tetap digunakan dengan etika dan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren,โ jelasnya.
Santri Belajar untuk Mengabdi
Melalui tradisi upacara bersarung, Ponpes Salaf APIK Kauman ingin menyampaikan pesan: menjadi santri, mencintai tradisi, sekaligus menjadi bagian dari bangsa Indonesia adalah hal yang bisa berjalan bersama.
Semangat itu dirangkum dalam prinsip: santri belajar untuk mengabdi, santri mengaji untuk memperbaiki diri, dan menjadi santri untuk memberi arti*.
Dari lingkungan Ponpes APIK Kauman Kaliwungu, semangat kemerdekaan terus diwariskan ke generasi muda. Bukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui ilmu, akhlak, persatuan, dan karya nyata bagi agama, bangsa, dan negara.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













