SINGKIL, CN 27 Agustus 2026 – Peta politik internal DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Singkil kian memanas. Persaingan perebutan kursi kepemimpinan partai berlogo pohon beringin tersebut memicu perhatian berbagai kalangan, termasuk mantan anggota DPRK Aceh Singkil, Safrial.
Safrial menilai pergerakan jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Aceh Singkil kali ini menyuguhkan pertarungan yang kompetitif. Dua figur kuat yang sama-sama memiliki rekam jejak mumpuni di arena politik daerah kini menjadi sorotan utama: H. Safriadi (Oyon) dan Dulmusrid (Bengkek).
Safrial menyampaikan bahwa Safriadi Oyon maupun Dulmusrid Bengkek memiliki basis massa dan histori kepemimpinan yang berakar kuat di tubuh Partai Golkar Aceh Singkil.
– Safriadi Oyon: Mantan Bupati Aceh Singkil yang memiliki pengalaman politik dan jaringan luas, dinilai menjadi modal besar untuk mengembalikan kejayaan partai.
– Dulmusrid (Bengkek): Tokoh senior yang juga mantan Bupati Aceh Singkil serta mantan Ketua DPD II Golkar. Pengaruh dan loyalitas kadernya di tingkat akar rumput menjadikannya figur yang patut diperhitungkan.
“Pertarungan kali ini benar-benar kompetitif. Baik Oyon maupun Bengkek punya keunggulan masing-masing. Keduanya adalah figur berpengaruh yang sudah teruji di Aceh Singkil,” ujar Safrial saat diwawancarai.
Safrial menegaskan bahwa penentu kemenangan sepenuhnya berada di tangan para pemegang hak suara dalam Musda, mulai dari unsur DPP, DPD I Provinsi Aceh, pengurus kecamatan, hingga organisasi pendiri dan yang didirikan.
Masyarakat dan para kader Golkar Aceh Singkil kini menanti arah konsolidasi suara. Siapakah yang pada akhirnya berhasil mengamankan dukungan terbanyak: Safriadi Oyon yang memegang kendali, atau Dulmusrid yang sukses merebut kembali kursi kepemimpinan?
Reporter CN -Mustafa, C.BJ., C.EJ.
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










