ACEH SINGKIL, CN 2 Oktober 2026 – Lambannya respons pemerintah daerah terhadap krisis birokrasi dan hak-hak rakyat memantik perlawanan dari kalangan mahasiswa. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten Aceh Singkil menggelar aksi demonstrasi tunggal di depan Kantor Bupati Aceh Singkil, sekaligus mengirimkan petisi terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Aksi tunggal ini menjadi simbol satire sekaligus tamparan keras bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Pasalnya, berbagai aspirasi yang berulang kali disuarakan oleh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat seolah membalat di dinding tebal kekuasaan daerah tanpa realisasi konkret.
Ketua EK LMND sekaligus Koordinator Aksi, Surya Padli, menegaskan bahwa petisi ini diusung sebagai bentuk ketidakpercayaan atas responsivitas Pemkab Aceh Singkil dalam menyelesaikan persoalan krusial di daerah.
“Demonstrasi tunggal ini menggambarkan puncak kekecewaan kami. Aspirasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa terus disuarakan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanggapan yang serius dari jajaran pimpinan daerah,” ujar Surya dalam peryataan sikapnya.
Dalam petisi tersebut, LMND menyoroti lima tuntutan strategis yang dinilai mencerminkan rapuhnya tata kelola pemerintahan dan perlindungan hak rakyat di Aceh Singkil:
Krisis Kepemimpinan Birokrasi: Mendesak pembenahan pos jabatan birokrasi strategis di Aceh Singkil yang berlarut-larut diisi oleh Penjabat Pelaksana Tugas (Plt), serta menuntut kepastian pengisian pejabat definitif demi efektivitas pelayanan publik.
Realisasi Kebun Plasma: Mendesak pemerintah menindak tegas kewajiban perusahaan dalam merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat sekitar sesuai regulasi.
Ketidakpastian Bantuan Jadup: Mempertanyakan dan menuntut kejelasan realisasi Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) Tahap II bagi warga korban bencana banjir.
Responivitas Negara: Menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk mendengarkan serta menindaklanjuti secara riil aspirasi publik.
Pembentukan Tim Khusus Pusat: Mendesak Pemerintah Pusat membentuk tim penanganan khusus guna mengevaluasi dan menyelesaikan berbagai krisis strategis di Aceh Singkil.
LMND juga melempar kritik tajam dengan mengingatkan peta politik nasional pasca-Pilpres 2024. Surya menyindir bahwa Kabupaten Aceh Singkil merupakan satu-satunya wilayah di Provinsi Aceh yang menyumbangkan kemenangan bagi pasangan Prabowo-Gibran. Oleh karena itu, sudah sepatutnya Istana Presiden memberikan perhatian penuh, bukan malah menelantarkan daerah yang mendukungnya.
“Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab moral dan ‘utang politik’ kepada rakyat Aceh Singkil. Persoalan di daerah ini tidak boleh terus dipelihara dan dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi,” tegas LMND.
Melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, LMND mendesak agar petisi ini tidak mengendap sebagai sekadar berkas administratif di meja birokrasi pusat, melainkan segera melahirkan tindakan nyata dari kementerian terkait.
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil maupun pihak terkait untuk memberikan hak jawab dan klarifikasi demi keakuratan serta keberimbangan berita sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Reporter .Amri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










