KENDAL, CN – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung pengerukan Sungai Kendal, Jumat (16/10/2026). Peninjauan ini untuk memastikan proses pemeliharaan sungai berjalan lancar dan sesuai target.
Pemeliharaan sungai menjadi fokus Pemkab Kendal untuk mengurangi sedimentasi dan menjaga kelancaran aliran air, terutama menjelang musim penghujan.
Bupati yang akrab disapa Mbak Tika menjelaskan, kegiatan ini dibiayai murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kendal. Tahun ini, Pemkab mengalokasikan Rp4 miliar untuk pemeliharaan di 23 titik sungai yang tersebar di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, secara aturan normalisasi sungai merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun karena hingga kini belum ada alokasi anggaran dari provinsi untuk Kendal, Pemkab mengambil langkah pemeliharaan agar fungsi sungai tetap terjaga.
“Karena kegiatan ini merupakan pemeliharaan, maka dapat menggunakan APBD Kabupaten Kendal. Berbeda halnya apabila pekerjaan tersebut membutuhkan belanja modal untuk pembangunan talud. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menyediakan anggaran untuk pemeliharaan sungai,” jelas Mbak Tika.
Dalam peninjauan tersebut, Mbak Tika juga menyoroti kendala di lapangan. Akses menuju sungai yang terbatas menjadi tantangan utama. Padatnya permukiman di bantaran sungai membuat alat berat sulit masuk dan menghambat proses pengangkutan hasil pengerukan.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai. Sesuai ketentuan, ada jarak 5 hingga 10 meter dari tepi sungai yang tidak diperbolehkan untuk bangunan demi keamanan dan kelancaran pemeliharaan.
Sementara itu, salah satu warga Pekauman, Heru, mengaku bersyukur pengerukan kembali dilakukan. Ia menyebut sudah lebih dari delapan tahun sungainya tidak dikeruk.
“Sudah delapan tahun lebih belum dilakukan pengerukan lagi. Sedimentasinya kebanyakan sampah plastik dan tanah dari atas, bahkan ada juga batang pohon,” ungkapnya.
Melalui pemeliharaan rutin di 23 titik ini, Pemkab Kendal berharap fungsi sungai kembali optimal, sedimentasi berkurang, dan risiko banjir maupun genangan di wilayah Kendal bisa diminimalisir.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










