KENDAL, CN 31 Oktober 2026 – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal menutup agenda layanan perpustakaan keliling (perpusling) bulan Oktober 2026 dengan mengunjungi sejumlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Cepiring dan Sukorejo.
Pada Jumat pagi (30/10/2026), armada perpusling Perpusda Kendal mendatangi MI 74 Miftahul Atfal Karangayu, Cepiring. Kunjungan ini bertepatan dengan program literasi Jumat yang rutin diselenggarakan pihak sekolah.
Guru kelas 2 MI 74 Miftahul Atfal, Naela Iffah, menyambut baik kehadiran layanan tersebut. Menurutnya, perpusling melengkapi agenda literasi membaca yang telah berjalan di sekolahnya. “Kedatangan perpustakaan ini menjadi momentum yang pas karena melengkapi program literasi di hari Jumat,” ungkap Naela.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh tenaga pendidik dan para siswa. Ahmad Muzakki, guru kelas sekaligus pengelola media sosial sekolah, berharap ke depan koleksi buku yang dibawa semakin diperbarui agar daya tarik siswa semakin meningkat. Hal ini dirasakan langsung oleh Qiandra Mikayla Azzahra, siswi kelas 2, yang mengaku senang bisa kembali menikmati layanan perpusling.
Selain buku cerita, para siswa juga menunjukkan ketertarikan pada buku sejarah dan nonfiksi. Putra Dwi Santoso, siswa kelas 5, mengaku gemar membaca komik dan buku sejarah, sementara Muhammad Razzik Hanan, siswa kelas 6, merasa terbantu untuk mencari referensi sejarah baru.
Sebelumnya, pada Rabu (28/10/2026) yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, tim perpusling menyambangi tiga MI di Kecamatan Sukorejo. Lokasi pertama adalah MI Al Islam Genting. Kedatangan mobil perpustakaan di tengah suasana pagi yang berkabut langsung disambut antusias oleh para siswa.
Kepala MI Al Islam Genting, Siti Umriyah, mengaku terharu atas kunjungan tersebut. Selama 24 tahun masa pengabdiannya, kunjungan ini merupakan yang pertama kali diterima sekolahnya dari Perpusda.
“Anak-anak sangat antusias dan ini sangat membantu menumbuhkan minat baca. Selama ini perpustakaan sekolah kami buka setiap hari, namun koleksinya masih terbatas pada buku pelajaran,” ujar Umriyah. Ia juga mengapresiasi semangat salah satu siswanya yang tetap tinggi dalam menikmati kehadiran buku-buku bacaan baru meski memiliki kebutuhan khusus.
Perjalanan tim kemudian berlanjut ke MI Muhammadiyah Mulyosari. Khikmah Iffah Chofifah, guru Bahasa Arab setempat, menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki program khusus berupa kewajiban satu murid memiliki satu buku cerita setiap tahun ajaran baru guna membudayakan membaca.
Kunjungan ditutup di MI Al Islam Bringinsari. Di sekolah ini, siswa kelas 6 bernama Danang Rajib Aprilio yang pernah mewakili madrasah dalam ajang Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Kendal mengaku semakin termotivasi untuk membaca dan mengembangkan literasinya.
Zulfa Atika, guru kelas sekaligus pengelola media sosial MI Al Islam Bringinsari, berharap kegiatan perpusling dapat dilakukan secara rutin. Ia menilai keberadaan buku cerita edukatif sangat efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai sekaligus memperkaya wawasan mereka melalui literasi cetak. (zen)
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









