KENDAL, CN – Memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menggelar Statistical Coaching Clinic (SCC) bertema Sosialisasi DTSEN dan Kemiskinan Kabupaten Kendal 2026 di Ruang Ngesti Widhi, Setda Kendal, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 65 peserta yang terdiri atas perwakilan Forum Wartawan Kendal (Forwaken), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, akademisi dari ITESA dan UNIMUS, serta Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH).
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Agus Dwi Lestari, yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk meningkatkan literasi data masyarakat, khususnya terkait pemahaman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menjelaskan bahwa perubahan desil dalam DTSEN kerap disalahpahami masyarakat sebagai penentu atau label penerima bantuan sosial, padahal desil menggambarkan posisi relatif kesejahteraan suatu rumah tangga.
“Pemahaman mengenai DTSEN dan indikator angka kemiskinan harus tepat. Hal ini penting agar informasi yang tersampaikan kepada publik jernih dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tegas Bupati.
Masuk pada sesi inti yang dipandu oleh Ketua Forwaken, Iswahyudi, Kepala BPS Kabupaten Kendal, Ade Sandi Parwoto, memaparkan sejumlah capaian positif terkait penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kendal sepanjang tahun 2026.
Mengenai garis kemiskinan, tercatat sebesar Rp585.275 per kapita per bulan, mengalami kenaikan Rp64.214 dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp521.061. Kenaikan ini mencerminkan penyesuaian nilai standar kebutuhan minimum untuk hidup layak, bukan bertambahnya jumlah warga miskin.
Sementara untuk jumlah dan persentase penduduk miskin berkurang sebanyak 3.450 jiwa, yaitu dari 83.730 orang pada tahun 2025 menjadi 80.280 orang pada tahun 2026. Sejalan dengan hal tersebut, persentase kemiskinan P0 menunjuk angka penurunan dari 8,40 persen menjadi 8,07 persen.
Adapun indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga menunjukkan tren membaik. Indeks kedalaman kemiskinan P1 membaik dari 1,47 menjadi 1,11, yang mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan P2 turun dari 0,35 menjadi 0,22, menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin makin mengecil.
“Secara umum, capaian indeks P0, P1, dan P2 Kabupaten Kendal pada tahun 2026 ini berada di bawah rata-rata angka Provinsi Jawa Tengah maupun tingkat nasional,” jelas Ade Sandi Parwoto.
Melalui agenda SCC ini, BPS Kabupaten Kendal berharap insan media, OPD, akademisi, serta pengelola program sosial dapat terus memperkuat sinergi. Media berperan penting menyajikan edukasi publik yang akurat, sementara pemerintah daerah memanfaatkan data akurat DTSEN sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Reporter: Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










