MEDAN –14 April 2026– Aroma tak sedap menyeruak dari lahan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Utara, PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU). Lahan yang berlokasi di Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tersebut kini diduga kuat telah dikuasai dan dieksploitasi oleh sindikat Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
Menanggapi carut-marutnya pengamanan aset negara tersebut, Pengamat Hukum dan Sosial, Zakaria Rambe, melontarkan kritik keras. Ia meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, tidak membiarkan aset BUMD menjadi jarahan para mafia tambang yang berlindung di balik lemahnya pengawasan.
Zakaria Rambe mensinyalir adanya ketidakberesan di internal manajemen PT PSU. Menurutnya, mustahil aktivitas pertambangan ilegal dalam skala besar bisa berjalan tanpa diketahui oleh pihak manajemen di lapangan.
Sangat tidak masuk akal jika manajemen, mulai dari jajaran Direksi hingga Manajer di lapangan, tidak tahu ada aktivitas alat berat atau penambangan di wilayah mereka. Pilihannya hanya dua: mereka tidak kompeten menjaga aset, atau ada dugaan pembiaran karena sudah tersandera kepentingan tertentu, ujar Zakaria kepada wartawan di Medan, Selasa (14/04/2026).
Alumni Fakultas Hukum UMSU tahun 1991 ini juga menekankan bahwa jika manajemen membiarkan lahan BUMD diserobot tanpa ada langkah hukum atau penghalauan yang nyata sejak awal, maka hal tersebut bisa dikategorikan sebagai kelalaian yang merugikan negara.
Ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Polisi (JAMPI) Sumut ini mendesak Gubernur Sumut untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif dan evaluasi terhadap jajaran Direksi PT PSU.
Sudah saatnya Pak Bobby bertindak tegas. Jangan sampai wibawa pemerintah daerah rontok hanya karena segelintir mafia tambang yang merasa berkuasa atas aset daerah. Jika ditemukan ada oknum manajemen yang bermain atau melakukan pembiaran, jangan sekadar ditegur, tapi langsung dievaluasi atau dicopot, tegasnya.
Tindakan tegas Gubernur, menurut Zakaria, sangat krusial untuk memastikan bahwa aset BUMD dikelola untuk kesejahteraan rakyat Sumatera Utara, bukan justru menjadi ladang emas ilegal bagi para spekulan dan oknum nakal.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










