KENDAL, CN 21 Oktober 2026 – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mendorong penguatan pengawasan di lingkungan pondok pesantren sebagai upaya mencegah kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan atau bullying.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Lingkungan Pondok Pesantren bertajuk “Pesantren Without Violence: Lindungi Perempuan dan Anak, Bangun Generasi Berdaya” di Pondok Pesantren Al-Ulya, Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Selasa (20/10/2026).
Bupati mengatakan, pencegahan kekerasan terhadap anak perlu menjadi perhatian bersama, terutama menyusul adanya sejumlah kasus kekerasan yang ditemukan di wilayah Jawa Tengah.
“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, pondok pesantren bisa melakukan pengawasan lebih ketat. Para santri juga diharapkan berani melapor jika mendapati kasus kekerasan,” ujar Bupati.
Ia juga berpesan kepada para santri agar terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter. Menurutnya, santri yang hebat tidak hanya cerdas, tetapi juga harus berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Santri yang hebat bukan hanya santri yang pintar, tetapi juga santri yang mampu menjaga dirinya, menghormati orang lain, dan berani melindungi sesamanya,” pesannya.
Bupati menekankan pentingnya peran pengasuh dan tenaga pendidik yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan santri. Mereka diharapkan mampu memberikan pendampingan, membangun komunikasi terbuka, serta menjadikan pesantren sebagai ruang aman bagi santri untuk menyampaikan persoalan tanpa rasa takut.
“Jangan sampai ada santri yang merasa takut untuk bercerita. Jangan sampai ada korban yang memilih diam karena merasa tidak akan dipercaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pesantren Al-Ulya, Ustadz Akhmad Supari, menyampaikan bahwa upaya pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan pesantren dilakukan melalui kerja sama dengan aparat pemerintah setempat, koordinasi berkelanjutan, serta edukasi dan pengawasan kepada santri.
“Untuk menghadapi perundungan, kami bekerja sama dengan aparat pemerintah yang ada di sini. Kami selalu berkoordinasi untuk memberikan edukasi dan pengawasan kepada para santri,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kendal berharap upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dapat semakin diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, tenaga pendidik, dan para santri, sehingga pesantren benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan berdaya untuk tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










