ACEH, CN – Memasuki dua dekade masa perdamaian, kondisi sosial ekonomi di Aceh kembali mendapat sorotan tajam. Aktivis Hak Asasi Manusia Aceh, Razali atau yang akrab disapa Nyakli Maop, menilai bahwa realitas kesejahteraan masyarakat saat ini masih jauh dari harapan dan belum sepenuhnya mencerminkan dampak positif dari nota kesepakatan damai (MoU Helsinki).
Menurut Nyakli Maop, janji-janji kesejahteraan yang disampaikan oleh para pemangku kebijakan seringkali belum menyentuh kebutuhan nyata di lapangan. Ia menyoroti kondisi para pengungsi banjir bandang yang menurut pandangannya masih belum mendapatkan penanganan yang memadai.
“Rakyat yang terdampak banjir masih banyak yang bertahan di pengungsian. Kami menilai janji bantuan yang disampaikan pihak terkait belum terealisasi secara maksimal hingga ke akar rumput. Ini adalah potret yang memprihatinkan bagi masyarakat,” ujar Nyakli Maop saat memberikan pernyataan di Aceh, Kamis (28/5/2026).
Nyakli Maop juga memaparkan pandangannya terkait kontribusi sejarah Aceh bagi bangsa. Ia berpendapat bahwa pengorbanan masa lalu seharusnya diimbangi dengan penghormatan dan keadilan ekonomi yang lebih proporsional dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Terkait kondisi ekonomi daerah, Nyakli Maop menyoroti paradoks antara potensi sumber daya alam yang melimpah dengan angka kemiskinan yang tercatat masih cukup tinggi. Ia berpendapat bahwa Dana Otonomi Khusus seharusnya dapat dikelola dengan lebih efektif agar memberikan dampak langsung bagi pengurangan pengangguran dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Posisi rakyat saat ini seringkali hanya menjadi penonton di tengah eksploitasi kekayaan alam daerahnya sendiri. Kami mendorong para elit politik dan pemegang kebijakan untuk lebih serius dalam menjalankan amanah perjuangan demi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Redaksi senantiasa membuka ruang bagi pihak-pihak yang merasa perlu memberikan klarifikasi, sanggahan, atau data pembanding terkait materi berita ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik guna menjaga keberimbangan informasi.
Publisher -Red
Reporter CN -Amri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










