KENDAL – 4 Juli 2026 – Ekonomi Kabupaten Kendal mencatatkan performa impresif pada triwulan I 2026 dengan pertumbuhan sebesar 7,86 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menempatkan Kendal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tercatat sebesar 5,89 persen serta pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,61 persen. Secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi Kendal juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 1,20 persen.
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai ekonomi Kendal atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,06 triliun. Adapun nilai atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp10,42 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp9,66 triliun.
Sektor industri pengolahan masih mendominasi struktur ekonomi Kendal dengan kontribusi mencapai 42,05 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 10,75 persen. Sementara itu, sektor konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan angka 18,11 persen dan kontribusi 7,26 persen terhadap ekonomi daerah. Pertumbuhan sektor ini didorong oleh percepatan berbagai proyek pemerintah, sektor swasta, serta pembangunan infrastruktur lainnya.
Beberapa sektor lain yang turut mencatatkan pertumbuhan tinggi meliputi sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum yang tumbuh 15,75 persen, sektor transportasi dan pergudangan sebesar 14,55 persen, serta sektor perdagangan sebesar 8,85 persen.
Di sisi lain, sektor pertanian yang memiliki kontribusi sebesar 17,51 persen mengalami kontraksi sebesar 2,16 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor musiman masa panen.
Capaian pertumbuhan ekonomi ini tidak terlepas dari realisasi investasi sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp15,86 triliun, angka tertinggi di Jawa Tengah. Investasi tersebut berdampak langsung pada pembangunan pabrik baru, perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, pembangunan infrastruktur, pergudangan, hingga sektor perumahan bagi pekerja.
Ditinjau dari komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi 55,64 persen dan tumbuh 5,34 persen, didukung oleh momentum Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mencatat pertumbuhan paling kuat sebesar 16,76 persen dengan porsi 29,08 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 25,74 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal, Ade Sandi Parwoto, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini merupakan cerminan dari ekosistem investasi yang produktif serta kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pertumbuhan sebesar 7,86 persen ini menunjukkan bahwa investasi yang produktif dan perkembangan industri mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang cepat sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, ujar Ade.
BPS mencatat bahwa multiplier effect dari pengembangan KEK Kendal telah berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja baru, yang berdampak pada penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Kendal ke depan berkomitmen untuk menjaga iklim investasi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










