Lubuklinggau – 6 Mei 2026- Standar keselamatan pasien di Rumah Sakit Ar Bunda Lubuklinggau kini berada di bawah sorotan tajam setelah insiden mati lampu yang melanda fasilitas kesehatan tersebut pada Selasa, 5 Mei 2026. Kejadian ini memicu kekhawatiran serius mengenai kesiapan manajemen dalam menghadapi situasi darurat yang menyangkut nyawa manusia.
Berdasarkan bukti rekaman di lokasi, ruangan perawatan tampak gelap gulita dalam durasi yang cukup signifikan. Pasien yang sedang terbaring lemah dengan selang infus terpaksa berada dalam kondisi tanpa pencahayaan memadai. Hal ini dinilai sangat berisiko, mengingat pemantauan tanda vital dan tindakan medis darurat membutuhkan akurasi visual yang tidak boleh terhambat oleh faktor teknis seperti listrik.
Pertanyaan besar muncul dari masyarakat dan praktisi hukum kesehatan: ke mana fungsi genset atau sistem kelistrikan cadangan yang seharusnya aktif secara otomatis dalam hitungan detik? Sesuai regulasi akreditasi rumah sakit, sistem cadangan energi bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan infrastruktur wajib yang harus dipastikan berfungsi optimal tanpa celah.
Redaksi Cyber Nasional menilai kejadian ini sebagai bentuk pelemahan terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan. Jika sistem otomatisasi atau pemeliharaan alat pemberi daya cadangan (genset) gagal berfungsi, maka patut diduga ada kelalaian sistematis dalam manajemen pemeliharaan sarana prasarana di RS Ar Bunda Lubuklinggau.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan asas keberimbangan, redaksi memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak manajemen RS Ar Bunda Lubuklinggau untuk menjelaskan penyebab pasti kegagalan sistem kelistrikan tersebut. Kami mengundang pihak rumah sakit untuk memberikan klarifikasi resmi guna menjelaskan kronologi serta langkah mitigasi yang diambil agar kepercayaan publik tidak runtuh.
Selain itu, redaksi juga membuka ruang komunikasi bagi Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau untuk memberikan keterangan terkait langkah pengawasan yang dilakukan terhadap insiden ini. Penjelasan dari pihak PLN juga sangat diharapkan untuk memperjelas sumber gangguan yang terjadi.
Publik menuntut transparansi, bukan sekadar alasan teknis. Nyawa pasien yang bergantung pada kestabilan fasilitas rumah sakit tidak boleh dipertaruhkan hanya karena ketidaksiapan alat pendukung yang seharusnya sudah teruji.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










