KEBUMEN, CN 25 Agustus 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gardu Prabowo Kebumen, Wahyudin, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, berkaitan dengan dinamika masa jabatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Wahyudin menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu kegaduhan publik serta membuka ruang spekulasi politik di tengah pemerintahan yang sedang berjalan. Menurutnya, masa jabatan presiden dan penyelenggaraan pemilu telah memiliki kepastian hukum konstitusional yang wajib dihormati seluruh elemen bangsa.
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa wacana perubahan konstelasi politik sebelum tahun 2029 berisiko memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, termasuk narasi yang dinilai berupaya memecah belah hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Menurut kami, pernyataan seperti ini justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan tidak mencerminkan sikap seorang negarawan,” ujar Wahyudin melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (25/8/2026).
Wahyudin menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semestinya diberikan ruang penuh untuk menjalankan mandat rakyat hingga akhir masa jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia berharap para tokoh nasional dan elite politik senantiasa menahan diri serta memprioritaskan stabilitas nasional.
โEnergi bangsa saat ini semestinya diarahkan untuk mendukung program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan terseret ke dalam spekulasi kontestasi politik yang belum waktunya,โ imbuhnya.
Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk mengambil sikap tegas demi mengawal stabilitas pemerintahan yang sah dari setiap narasi politik yang dinilai dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan.
Publisher -Redย
Sumber -Humas Gardu Prabowo Kebumenย
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










