KENDAL, CN – Generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa sebagai Gen Z, harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan, seperti pelatihan AI, digital marketing, dan UMKM.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPD Himpunan Pelajar Pemuda Indonesia (HPPI) Kabupaten Kendal, Farrel Muhammad Nabigh, dalam refleksi peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kendal, Selasa (27/10/2026).
Menurut Farrel, problem utama pemuda saat ini adalah kurangnya daya saing dan menurunnya nilai-nilai kebangsaan, sehingga muncul berbagai fenomena negatif seperti tawuran pelajar dan penyalahgunaan narkoba.
Padahal, pemuda memiliki peran strategis dan menjadi garda terdepan dalam setiap fase perjalanan bangsa, mulai dari Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, hingga Reformasi 1998.
“Peningkatan kapasitas dan daya saing pemuda ini mutlak harus dilakukan agar mereka tidak menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri dan ekonomi yang begitu pesat di Kabupaten Kendal dengan adanya Kawasan Industri Kendal (KIK),” kata Farrel.
Dengan peningkatan skill, lanjutnya, pemuda lokal bisa terserap di dunia kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kendal.
“Apalagi Kabupaten Kendal punya potensi ekonomi lokal yang luar biasa, mulai dari UMKM, pariwisata, industri, pertanian, kelautan, hingga perkebunan. Pemerintah bisa menggandeng dan memberi ruang bagi generasi muda untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam pembangunan,” ujarnya.
Di sisi lain, terkait isu strategis nasional, Farrel menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di Kalimantan. Ia meminta pemerintah pusat lebih maksimal dalam penanganan dengan melibatkan TNI, Polri, BNPB, relawan, dan elemen masyarakat agar dampaknya tidak meluas dan mengganggu aktivitas ekonomi serta pendidikan.
Dalam momentum Sumpah Pemuda ini, Farrel juga berharap pemerintah lebih maksimal membuka lapangan pekerjaan dan memperbanyak wirausaha baru untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Pada aspek penegakan hukum, ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih optimal menangani kasus korupsi yang menjadi perhatian publik, termasuk yang melibatkan elite dan pejabat tinggi, demi mewujudkan kesetaraan di depan hukum.
“Kita optimis menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045, Indonesia akan lebih baik lagi dan menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia,” tutup Farrel.(zen)
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










