KENDAL, CN – Pemerintah Kabupaten Kendal menerima penghargaan atas komitmennya dalam mendukung penguatan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada program Desa Migran Emas (Edukasi, Mandiri, Aman, dan Sejahtera).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kamis (17/9/2026) bertempat di Ruang Kerja Bupati Kendal.
Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh perwakilan PCNU Kendal, Kiai Sajidin Nur, kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Disperinaker Kendal Ardhi Prasetyo, jajaran pengurus Lakpesdam PCNU Kendal, serta perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah, Koordinator P3MI Kabupaten Kendal, Kepala Desa Sendangdawuhan, dan Kepala Desa Gebugsari.
Dalam audiensi tersebut, Koordinator Program P2MI-BK Kabupaten Kendal, Jumiat, memaparkan capaian pelaksanaan program Desa Migran Emas yang telah berjalan selama satu tahun. Ia menyampaikan Kabupaten Kendal mendapatkan alokasi dua desa sebagai pilot project, yaitu Desa Sendangdawuhan dan Desa Gebugsari.
Jumiat juga menyampaikan bahwa program tersebut sangat strategis mengingat Kabupaten Kendal merupakan daerah penyumbang PMI terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Desa Migran Emas di wilayah Kabupaten Kendal.
“Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penuh program ini agar masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri dapat berangkat secara aman, bekerja dengan nyaman karena terlindungi, dan pulang membawa hasil dan sejahtera,” tutur Bupati.
Ia juga berpesan kepada purna PMI agar dana remitansi yang diperoleh bisa dimanfaatkan secara bijak untuk modal usaha produktif di daerah asal.
Bupati berharap keberhasilan di dua desa percontohan tersebut dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Kendal. Dengan demikian, perlindungan tenaga kerja migran dapat terwujud secara merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kendal.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal, Kiai Sajidin Nur, menegaskan pentingnya keberlanjutan program pendampingan dan perlindungan bagi yPekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Kendal.
Pihaknya juga berharap program pendampingan tersebut tidak berhenti dan dapat terus berlanjut melalui berbagai bentuk kegiatan maupun skema program lain yang relevan demi menjamin perlindungan para PMI.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










