CILACAP, CN 3 November 2026 – Program Kampung Zakat Rebon di Desa Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, terus dikembangkan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelompok majelis taklim. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan tim lembaga zakat dari Kabupaten Cilacap bersama Al Azhar dan Kementerian Agama (Kemenag) Cilacap, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Banjarwaru tersebut dihadiri Kepala Desa Banjarwaru, Mugi Prihantono beserta jajaran perangkat desa, Hj. Sri Endah bersama jajaran Kementerian Agama Cilacap, serta perwakilan lembaga pengelola zakat dan pengurus sejumlah majelis taklim setempat.
Dalam sambutannya, Hj. Sri Endah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus melanjutkan program pemberdayaan Kampung Zakat Rebon yang telah berjalan di Desa Banjarwaru.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan program kali ini pihaknya menerapkan mekanisme pemberdayaan yang lebih terarah agar manfaat dana zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat, khususnya kelompok mustahik.
Menurutnya, penyaluran zakat produktif tahun ini dilakukan dengan melibatkan beberapa kelompok majelis taklim sebagai penerima sekaligus pengelola program pemberdayaan ekonomi.
Pertama, Majelis Taklim Kirana Mukti yang mendapatkan bantuan bibit tanaman buah untuk pengembangan kebun buah produktif. Lokasi penanaman direncanakan menggunakan tanah milik desa yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. Pengelolaannya dipercayakan kepada kelompok Majelis Taklim Kirana Mukti, sedangkan hasilnya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Banjarwaru.
Kedua, Majelis Taklim Al-Hidayah yang beranggotakan para pengrajin bambu dan produk kerajinan sejenis. Tim akan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan peralatan produksi yang diperlukan guna meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses pengerjaan.
Ketiga, Majelis Taklim An-Nur Banjarwaru Lovers yang akan mendapatkan pelatihan pengembangan usaha UMKM. Selain pelatihan, bantuan peralatan dan perlengkapan pengemasan produk juga akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan kelompok setelah dilakukan peninjauan lapangan.
Keempat, kelompok Majelis Taklim APAR yang direncanakan mendapatkan program pemberdayaan melalui pembentukan kelompok usaha ternak domba. Untuk tahap awal, kelompok tersebut akan terdiri dari lima orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam beternak.
Hj. Sri Endah menjelaskan bahwa pemilihan ternak domba didasarkan pada potensi pengembangbiakannya yang cukup baik. Pengalaman program peternakan yang telah berjalan di lingkungan UPZ Kementerian Agama juga menunjukkan perkembangan positif.
“Program Kampung Zakat Rebon ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin bantuan zakat yang disalurkan dapat menjadi modal usaha produktif sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarwaru, Mugi Prihantono, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta kepedulian tim lembaga zakat bersama Kementerian Agama terhadap masyarakat Desa Banjarwaru.
Menurutnya, program Kampung Zakat yang telah berjalan hampir empat tahun tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Desa Banjarwaru menyambut baik keberlanjutan program tersebut dan berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima.
Ia juga berharap masing-masing kelompok majelis taklim dapat menjalankan program dengan penuh tanggung jawab sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat benar-benar terwujud.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Mugi.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan menuju lokasi yang dipersiapkan untuk penanaman bibit tanaman buah bersama kelompok Majelis Taklim Kirana Mukti.
Melalui program Kampung Zakat Rebon, diharapkan dana zakat tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi produktif yang mendorong kemandirian masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara lembaga pengelola zakat, Kementerian Agama, pemerintah desa, dan kelompok majelis taklim dalam membangun kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.
Fitri
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









