SAROLANGUN, 31 Agustus 2026 – Setelah video aksi pengeroyokan yang melibatkan mereka sempat viral dan beredar luas di jagat maya, lima warga Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Air Panas akhirnya memilih untuk menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak berwajib. Kelima orang tersebut mendatangi Mapolres Sarolangun pada Minggu (30/8/2026) sore untuk menjalani proses hukum.
Proses penyerahan diri yang berlangsung sekitar pukul 17.20 WIB tersebut berjalan kondusif berkat pendekatan persuasif serta komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan para pemangku adat. Dalam kedatangannya, kelima warga SAD yang berinisial R, D, W, Rn, dan J tersebut diantar oleh kerabat menggunakan tiga unit kendaraan roda empat.
Rombongan tersebut turut didampingi oleh unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat H. Jailani, Temenggung Nangkus, serta Jenang Jalaludin. Setibanya di Mapolres Sarolangun, mereka diterima secara langsung oleh Kanit Pidum Polres Sarolangun Ipda Ruly Juliadi Sagala, S.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Sarolangun AKP Wiji Nur Eko Wahyu, S.H., M.H., Piket Pawas Ipda Edi Junaidi, S.H., serta personel Satreskrim.
Dari hasil pendataan awal yang dilakukan oleh petugas, kelima warga SAD yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap anggota TNI-AD Yonif 896/Serumpun Pseko tersebut diketahui belum memiliki identitas kependudukan berupa KTP. Petugas kemudian langsung melaksanakan pemeriksaan awal serta pendataan mendalam guna kepentingan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan apresiasi atas sinergi dan langkah terukur yang dilakukan di lapangan. Selain memfasilitasi penyerahan diri ini, jajaran kepolisian juga bergerak cepat menemukan seorang warga SAD yang sempat dilaporkan hilang pascaperistiwa di kawasan PT Sari Aditya Loka (SAL), Kecamatan Air Hitam, dalam keadaan selamat.
Berdasarkan hasil pendalaman serta klarifikasi bersama para tokoh adat, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi terkait rencana penyerangan lanjutan adalah tidak benar. Dengan langkah humanis dan terukur dari aparat kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah PT SAL kini terpelihara aman, terkendali, serta aktivitas warga berangsur kembali normal dengan pengamanan siaga dari petugas.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










