ACEH SINGKIL, CN 28 Oktober 2026 – Mulyadi, seorang pedagang ikan keliling di Kabupaten Aceh Singkil, menyampaikan keluhannya terkait penyaluran program bantuan unit pendingin ikan (cool box) dari pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Ia mengaku hingga saat ini belum tersentuh bantuan tersebut, meski sangat membutuhkannya untuk menunjang usaha harian.
Mulyadi, yang menggantungkan hidupnya dari berjualan ikan dari desa ke desa, menjelaskan bahwa fasilitas pendingin sangat krusial untuk menjaga kesegaran barang dagangannya, terutama saat cuaca ekstrem. Tanpa sarana penyimpanan yang memadai, risiko kerugian akibat ikan membusuk sebelum laku terjual menjadi sangat tinggi.
“Saya sudah bertahun-tahun keliling berjualan ikan. Saat mendengar ada program bantuan pendingin dari dinas, tentu kami sangat berharap. Namun sampai sekarang, bantuan itu belum pernah kami terima,” ujar Mulyadi, Selasa (27/10/2026).
Ia mempertanyakan kriteria serta kualifikasi penentuan penerima bantuan tersebut. Menurutnya, alokasi bantuan seharusnya memprioritaskan para pelaku usaha kecil yang beroperasi langsung di lapangan.
“Kami hanya berharap ada keadilan dan transparansi. Program bantuan seperti ini mestinya benar-benar tepat sasaran dan menjangkau pedagang kecil seperti kami, bukan terbatas pada kelompok tertentu saja,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih mengupayakan konfirmasi dan klarifikasi dari pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Singkil guna mendapatkan penjelasan resmi terkait kriteria serta mekanisme penyaluran program bantuan tersebut.
Reporter CN -Masriani
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










