BANGGAI LAUT, CN – Suasana pendaftaran Calon Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Matanga, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan pada Selasa (25/9).
Pendaftaran resmi ditutup menyusul kehadiran bakal calon terakhir, Zulkifli S. Landengo, S.H., yang datang mendaftarkan diri dengan diantar langsung oleh para pendukungnya. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Panitia Pemilihan, Irsan M. Ampe, S.Pd., beserta jajaran pengurus, termasuk Darjo Derman, S.Pd., dan Fahmi A. Masenge.
Dengan tuntasnya tahap pendaftaran tersebut, tercatat ada empat orang bakal calon yang resmi maju dalam kontestasi. Sebelumnya, panitia telah menerima berkas pendaftaran dari tiga calon lainnya, yakni Rusyil, Iskandar M. Lahatie, dan Yosis B. Sasuku.
Pelaksanaan pemilihan kepala desa melalui mekanisme PAW ini digelar untuk mengisi kekosongan jabatan menyusul pemberhentian kepala desa definitif sebelumnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala desa sebelumnya diberhentikan akibat tersangkut kasus hukum penyalahgunaan anggaran air bersih dan proyek rabat SMA Negeri Banggai Selatan (tandung air) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp569 juta. Kasus tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dengan putusan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.
Menanggapi tahapan lanjutan pemilihan, Ketua Panitia Irsan M. Ampe menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian proses Pilkades PAW di Desa Matanga dapat berjalan secara transparan, damai, dan kondusif hingga hari pemungutan suara.
Pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa ini mendapat perhatian serta harapan besar dari masyarakat setempat agar kerukunan antarwarga tetap terjaga.
Salah seorang warga, FZ, mengutarakan optimismenya agar pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung secara jujur, adil, dan damai tanpa memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para pendukung dari masing-masing calon senantiasa mengedepankan etika berpolitik yang sehat serta siap menerima hasil akhir demi menjaga silaturahmi.
Senada dengan hal tersebut, salah seorang tokoh pemuda setempat menekankan pentingnya persatuan warga pasca-pemilihan nanti. Menurutnya, dinamika politik desa adalah hal yang lumrah, namun kepentingan bersama untuk membangun desa harus ditempatkan di atas segalanya.
“Siapapun nantinya yang diberi mandat oleh masyarakat, kita tetap harus bersama-sama dengan tujuan yang sama, yakni membangun Desa Matanga,” ujar perwakilan tokoh pemuda tersebut.
Kontributor Liputan CN-: Daeng Irwan
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










