KENDAL, CN – 9 September 2026 – menjadi hari yang dinantikan oleh SDN 1 Nolokerto dan SDN 2 Kutoharjo. Pasalnya, kedua sekolah tersebut telah cukup lama menanti kunjungan Perpustakaan Keliling (Perpusling) dari Perpusda Kendal sesuai jadwal yang telah diagendakan. Pekan kedua September akhirnya menjadi momen yang ditunggu siswa-siswi beserta jajaran guru.
Antusiasme tinggi terlihat dari kedua sekolah. Meskipun pagi harinya SDN 2 Kutoharjo, Kaliwungu melaksanakan kegiatan jalan sehat di sekitar area sekolah, hal itu tidak mengurangi semangat siswa-siswinya untuk membaca. Saat armada Hilux Perpusling tiba menjelang siang, siswa langsung berbondong-bondong memilih koleksi buku yang mereka minati.
Bahkan ketika program “Makan Bergizi Gratis” memasuki gerbang sekolah, animo siswa untuk terus memilih dan membaca buku tetap tinggi.
SDN 1 Nolokerto pun menunjukkan minat baca yang sama tingginya. Pelayanan baca di tempat dari Perpusda Kendal menjadi salah satu agenda sekolah yang selalu ditunggu.
Guru kelas 5 SDN 1 Nolokerto, Pebrianti, menyambut baik adanya kunjungan perpusling.
“Sangat tertarik dengan adanya kunjungan perpusling, karena setiap pagi ada pembiasaan literasi membaca di hari Selasa dan numerasi setiap hari Rabu. Hal tersebut sangat baik untuk mendukung kegiatan sekolah kami,” kata Pebrianti.
Ia berharap jadwal kunjungan perpusling terus diagendakan dan terkomunikasikan dengan baik bersama agenda sekolah.
Minat baca siswa SDN 1 Nolokerto berbanding lurus dengan program pelayanan perpusling dan pembiasaan literasi sekolah. Saat ditanya buku apa yang dibaca, mereka antusias mencari, membaca, dan menceritakan kembali isinya.
“Bagus adanya perpusling karena saya bisa tahu banyak hal seperti tadi baca buku tentang penjajahan,” ucap Nur Rahmadani, kelas 4.
“Tadi baca buku kerajaan Nusantara karena suka sejarah,” tambah Raka Wahyudin, kelas 4.
Selain buku non fiksi, siswa juga tetap memilih buku fiksi. Fahrial Bagas Aditya membaca fiksi anak berjudul “Legenda Sang Naga, dan Sifani Dias Prasetya juga menikmati bacaan fiksi.
Di SDN 2 Kutoharjo, semangat membaca juga tidak kalah. Siswa semakin menikmati membaca buku, terutama buku non fiksi.
“Saya baca buku ‘Emosi Pertamaku’_ karena bagus,” kata Ahnaf Hanafi, kelas 3 SDN 2 Kutoharjo Kaliwungu.
Meskipun membaca komik, Muhammad Miyaz Zakil Faiza tetap memilih judul yang berkaitan dengan lingkungan.
Secara umum, kedua sekolah tersebut menunjukkan minat tinggi pada buku bertema non fiksi.
Hal itu dibenarkan oleh Firda Aliffia, guru muatan lokal Bahasa Inggris.
“Alhamdulillah anak-anak senang dan semakin termotivasi untuk menemukan dan membaca buku baru, terutama buku-buku non fiksi untuk sekarang ini,” tutur Firda Aliffia.
Kunjungan perpustakaan keliling ini membuktikan bahwa layanan perpusling dari Perpusda Kendal mampu menjadi jembatan untuk menumbuhkan budaya literasi di sekolah dasar, sekaligus mendukung program pembiasaan membaca yang telah dijalankan sekolah.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










