BATAM, CN 17 Oktober 2026 – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kepulauan Riau (PGIW Kepri) resmi menghidupkan kembali operasional Shelter Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anti-Kekerasan. Langkah ini ditandai dengan acara soft launching yang digelar di Kantor PGIW Kepri, Tiban, Kota Batam, Jumat (16/10/2026) sore.
Fasilitas ini diproyeksikan sebagai rumah perlindungan dan penampungan sementara bagi para PMI yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang mengalami masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pemulangan paksa, maupun deportasi dari luar negeri sebelum dilanjutkan perjalanan menuju daerah asal.
Langkah responsif PGIW Kepri ini mendapat apresiasi penuh dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Pemerintah menyatakan kesiapan untuk bersinergi secara konkret dalam penanganan PMI yang transit di Batam, termasuk memfasilitasi proses pemulangan dan menanggung biaya tiket perjalanan pulang.
Kegiatan soft launching tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum PGI Pusat Pdt. Dr. Darwin Darmawan, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI Seriulina br. Tarigan yang hadir mewakili Menteri P2MI Mukhtarudin, Ketua Umum PGIW Kepri Pdt. Ronald Rampala, serta Sekretaris Umum PGIW Kepri Pdt. Otniel Harefa.
Turut hadir perwakilan Kapolda Kepri AKP Nella Saragih, Kasi Urusan Agama Kristen Kota Batam Ester Sri Liasna, perwakilan Sekda Provinsi Kepulauan Riau Hendra, Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI Pusat Ridayani Damanik, jajaran Majelis Pekerja Harian, Majelis Pertimbangan, dan Badan Pengurus PGIW Kepri, serta Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak.
Sekretaris Umum PGI Pusat, Pdt. Dr. Darwin Darmawan, meresmikan pengoperasian kembali shelter tersebut secara simbolis. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut nyata dari penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty dan Menteri P2MI Mukhtarudin pada 4 Agustus 2026 di Jakarta.
“Dua tahun lalu shelter ini sudah ada, tetapi belum berkelanjutan. Kini kita hidupkan kembali sebagai wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam memberikan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia,” ujar Darwin.
Ia menegaskan, pelayanan di shelter mengusung prinsip kemanusiaan yang universal dan tidak boleh dibatasi oleh latar belakang suku, agama, maupun ras. Setiap orang yang berada dalam situasi rentan berhak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak.
Sementara itu, Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KP2MI, Seriulina br. Tarigan, menyambut positif kesigapan PGIW Kepri. Menurutnya, Batam merupakan salah satu gerbang utama kepulangan PMI dari Malaysia dan negara tetangga lainnya, sehingga keberadaan tempat singgah sementara sangat krusial.
“Kementerian P2MI sangat berterima kasih dan Menteri Mukhtarudin mengapresiasi soft launching ini. Sejak MoU ditandatangani Agustus lalu, PGI bergerak cepat menunjukkan tindakan nyata. Shelter ini memang sangat dibutuhkan di Batam,” kata Seriulina.
Ia menambahkan, pemerintah siap bersinergi mengurus para PMI yang ditampung di shelter PGIW hingga pemulangan ke daerah asal, termasuk menjamin seluruh kebutuhan logistik dan tiket perjalanan.
Musa Mau, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta TPPO (KKP) PGIW Kepri selaku unit pelaksana program, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari PGI Pusat, KP2MI, dan instansi terkait.
“Ini adalah bentuk keseriusan gereja untuk mengambil bagian secara aktif dalam pelayanan kemanusiaan dan hadir secara nyata di tengah penderitaan masyarakat yang mengalami ketidakadilan. Pelayanan tidak hanya dilakukan di balik mimbar, tetapi juga dibuktikan melalui kasih yang nyata bagi dunia tanpa membeda-bedakan latar belakang,” tutur Musa.
Melalui sinergi berkesinambungan antara PGIW Kepri dan pemerintah, Batam diharapkan tidak hanya menjadi titik transit kepulangan, melainkan tempat para PMI mendapatkan perlakuan yang aman, bermartabat, dan manusiawi.
Reporter CN -Pilip
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










