ACEH SINGKIL CN – Di tengah cobaan berat yang menimpa mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aksi kepedulian dan kesetiaan ditunjukkan oleh salah seorang putra daerah asal Kabupaten Aceh Singkil, Cakdin Berutu.
Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 11.12 WIB, di saat banyak pihak memilih menjaga jarak atau bersikap hati-hati pascapenangkapan sosok yang akrab disapa Bang Wandi tersebut, Cakdin Berutu justru menunjukkan sikap sebaliknya. Dengan keberanian dan rasa empati mendalam, Cakdin Berutu menjadi sosok pertama yang datang langsung menjenguk Irwandi Yusuf di gedung komisi antirasuah tersebut.
Langkah Cakdin Berutu menyita perhatian dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat, khususnya bagi kalangan pendukung dan loyalis Irwandi Yusuf di Aceh. Tindakan tersebut dinilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan cerminan dari kesetiaan, nilai solidaritas, dan komitmen persahabatan yang tidak luntur meski seseorang sedang berada di titik terendah.
“Beliau selain Bapak JKA (Jaminan Kesehatan Aceh), juga seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. Ketika beliau ditangkap, Aceh laksana kehilangan orang tua,” ungkap Cakdin. “Kalau seorang pemimpin yang betul-betul memimpin, kita akan hadir, siapa pun pemimpinnya,” tegas Cakdin.
Ia juga mengenang momen menegangkan saat berusaha menjenguk mantan Gubernur Aceh tersebut di Jakarta. “Sempat bersitegang dengan pihak keamanan KPK karena aturan harus bersama kuasa hukum. Saya marah dan mengamuk. Bagi saya, selain penahanan Tuhan, pasti ada celah. Sempat heboh saat itu di sana. Alhamdulillah, setelah seminggu, akhirnya bisa berjumpa dengan beliau di basement Tipikor,” kenang Cakdin.
Sikap yang ditunjukkan oleh Cakdin Berutu menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Aceh yang menilai langkahnya sebagai bukti nyata dedikasi dan empati. Di saat situasi sulit, tidak semua orang berani melangkah paling depan untuk memberikan dukungan moral.
Kehadiran Cakdin Berutu memberikan dorongan semangat tersendiri bagi Irwandi Yusuf di masa-masa awal penahanannya. Aksi simpati ini sekaligus menegaskan bahwa putra daerah asal Aceh Singkil memiliki komitmen moral yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan loyalitas antar-sesama.
Reporter CN – Mustafa, C.BJ., C.EJ.
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










