KENDAL, CN 12 Oktober 2026 -– Gelaran Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro 1 tidak hanya menjadi ajang uji nyali bagi para rider. Acara yang diselenggarakan di Argon Enduro Park, Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Minggu (11/10/2026) itu juga turut menggerakkan roda ekonomi warga.
Sektor pariwisata, penginapan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan dan penonton.
Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., http://S.St.M.K., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. “Inilah bentuk solidaritas kebersamaan antara masyarakat,” ucapnya.
Ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran Pemerintah Provinsi Jateng, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan warga.
Dalam rangkaian kegiatan itu, juga diberikan santunan untuk anak yatim dan dilakukan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian sosial dan lingkungan yang menyertai kompetisi otomotif tersebut.
Ketua Pelaksana Arif Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendukung pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga di Jawa Tengah.
Menurutnya, karakter alam Kendal dengan lintasan yang menantang memiliki daya tarik bagi komunitas otomotif. Kehadiran peserta beserta keluarga dan penonton juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, penginapan, kuliner, hingga perdagangan masyarakat. “Alhamdulillah, homestay-homestay di sini pada laris semuanya,” ucapnya.
Ia menyebut sejumlah pedagang makanan di sekitar lokasi juga ikut merasakan ramainya kegiatan. Panitia secara khusus melibatkan pelaku UMKM dengan menyediakan ruang berjualan selama kompetisi berlangsung.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan event ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Arif berharap kompetisi tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan. Selain menjadi wadah pembinaan atlet enduro, kegiatan ini diharapkan semakin memperkenalkan potensi wisata Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Hingga Minggu pagi (11/10/2026), sebanyak 135 peserta tercatat mengikuti kompetisi tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.
Salah seorang peserta, Fido, mengaku sudah sering mengikuti berbagai ajang hard enduro. Ia menilai lintasan yang disiapkan dalam kompetisi kali ini cukup seru dan menantang.
“Saya sudah sering ikut hard enduro seperti ini. Trek kali ini seru dan menantang banget. Harapannya, ke depan semakin banyak acara seperti ini dan hadiahnya juga lebih besar,” ujarnya.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










