ACEH SINGKIL –17 Maret 2026– Tokoh masyarakat Singkil Utara, Sazli Rais Meraksa, melontarkan kritik keras terhadap ketidakterbukaan data penerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI di wilayah Aceh Singkil. Ia mendesak pihak terkait untuk segera mempublikasikan daftar penerima manfaat guna menghindari spekulasi liar dan potensi penyimpangan di lapangan.
Sazli menyebut adanya indikasi kuat bahwa penetapan penerima bantuan saat ini dipenuhi kejanggalan dan tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi masyarakat.
“Kami minta transparansi total. Jangan sampai daftar ini jadi ‘surat rahasia’. Masyarakat berhak tahu siapa saja yang menerima, agar jelas siapa yang layak dan siapa yang hanya menumpang nama karena kedekatan tertentu,” ujar Sazli Rais Meraksa, Selasa (17/3).
Menurut Sazli, carut-marut bantuan sosial sering kali berawal dari proses pendataan di tingkat desa yang tidak objektif. Ia memperingatkan aparat desa dan instansi terkait untuk tidak bermain-main dengan data kemiskinan.
“Indikasinya sudah ada, laporan dari bawah mulai bermunculan. Ada warga yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan, sementara yang kondisinya lebih mapan malah masuk daftar. Ini bukan sekadar salah ketik, ini masalah integritas dan hati nurani pendata,” tegasnya dengan nada pedas.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap kesalahan dalam penyaluran dana negara memiliki konsekuensi hukum yang serius. Sazli menuntut adanya evaluasi menyeluruh sebelum kecemburuan sosial di tengah masyarakat meledak menjadi konflik horizontal.
“Jangan tunggu masalah hukum muncul baru berbenah. Pemerintah desa dan dinas terkait harus segera melakukan validasi ulang. Jika data ini tetap dipaksakan tanpa transparansi, maka wajar jika publik menaruh curiga ada apa di balik ketidakterbukaan ini,” pungkasnya.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











