KEBUMEN, CN- 9 Juni 2026- – Geliat sepak bola daerah bukan sekadar urusan menang atau kalah di lapangan hijau, melainkan tentang harga diri dan identitas sebuah daerah. Hal inilah yang memicu keprihatinan mendalam bagi Rizal, seorang pendukung setia Persak Kebumen. Ia melihat ada jurang pemisah yang cukup lebar antara komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kebumen dengan Pemda di wilayah luar Kebumen dalam mendukung tim lokalnya.
Keprihatinan Rizal bukan tanpa alasan. Sebuah fakta menarik muncul ke permukaan melalui beredarnya surat resmi dari Bupati Purbalingga, H. Fahmi Muhammad Hanif sesuwai dengan surat edaran yang beredar.
Dalam Surat Edaran bernomor 426/9473 tersebut, Pemkab Purbalingga secara totalitas mengarahkan, mensosialisasikan, sekaligus mengerahkan jajaran ASN, guru, perangkat desa, hingga jajaran BUMD untuk hadir memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan mereka, Persibangga Purbalingga, yang berlaga di Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026.
Melihat fenomena tersebut, Rizal (yang mengabadikan momen kepeduliannya di depan gerbang Pemkab Kebumen angkat bicara. Ia berharap, Pemda Kebumen minimal bisa memberikan perhatian dan dukungan yang setara kepada Persak Kebumen.
“Kami melihat bagaimana Pemda di luar Kebumen begitu bangga dan totalitas mengawal tim mereka. Surat Edaran dari Bupati Purbalingga itu adalah contoh nyata bahwa pemerintah hadir dan merasa memiliki klub daerahnya. Harapan kami, Pemda Kebumen minimal bisa menunjukkan perhatian yang sama terhadap Persak,” ujar Rizal dengan nada penuh harap.
Menurut Rizal, Persak Kebumen memiliki potensi besar untuk menjadi representasi positif dan alat pemersatu masyarakat Kebumen.
Namun, perjuangan para pemain di lapangan dan militansi suporter di tribun seolah berjalan sendiri tanpa adanya payung dukungan yang kokoh dari pemangku kebijakan setempat.
Dukungan dari Pemda bukan melulu soal kucuran anggaran finansial yang besar, melainkan kemauan politik (political will) untuk hadir, memberikan fasilitas, serta membangun ekosistem sepak bola yang sehat.
Ketika Pemda merilis imbauan atau hadir di stadion, hal itu memicu efek domino yang luar biasa meningkatkan moral pemain, menarik minat sponsor swasta, dan menumbuhkan rasa bangga yang luar biasa bagi seluruh warga Kebumen.
Kini, bola panas berada di tangan Pemda Kebumen. Akankah jeritan hati para pencinta sepak bola lokal ini berbalas tindakan nyata, ataukah Persak Kebumen akan terus berjuang dalam sepi, di saat tim tetangga melaju kencang berkat kawalan penuh dari pemerintahnya sendiri? Masyarakat Kebumen tentu menanti jawaban dan pembuktian bahwa Pemda juga memiliki rasa cinta yang sama besarnya terhadap Persak.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo, C.B.J., C.E.J
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










