MURATARA – 16 Juni 2026– Warga di sekitar Taman Kuliner Minang Indah, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, kini hidup di bawah teror bau busuk yang menyengat. Aroma tak sedap yang diduga berasal dari pembuangan limbah usaha pemotongan ayam milik oknum pengusaha berinisial LS, telah mencemari aliran anak sungai dan mengancam ekosistem persawahan warga.
Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat yang merasa hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat telah dirampas demi keuntungan pribadi satu pihak.
Berdasarkan penuturan warga berinisial WH, limbah pemotongan ayam tersebut diduga dibuang langsung ke aliran anak sungai tanpa melalui pengolahan yang memadai. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan ketidakpedulian pengusaha terhadap lingkungan sekitar. Ia mempertanyakan apakah pengusaha merasa kebal hukum sehingga bisa seenaknya mencemari lingkungan tanpa ada tindakan dari pemerintah daerah.
Kepala Dusun setempat, A, membenarkan bahwa keluhan warga sudah mencapai titik jenuh. Ia menyoroti bahaya nyata yang timbul akibat penyumbatan drainase yang disebabkan oleh tumpukan limbah cair dan padat dari tempat pemotongan ayam tersebut.
Air limbah dibuang sembarangan dan aliran menjadi tersumbat. Jika ini terus dibiarkan, risiko banjir tidak bisa dihindari. Selain itu, warga yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sawah mulai mengeluhkan gatal-gatal. Ini adalah tindakan ceroboh yang membahayakan kesehatan dan ekonomi warga, tegas Kadus A.
Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas Utara untuk tidak tutup mata. Instansi terkait dituntut segera turun ke lapangan, melakukan investigasi, dan memberikan tindakan tegas kepada pengusaha bersangkutan. Jika terbukti melanggar aturan pengelolaan limbah, warga mendesak agar izin usaha tersebut dievaluasi bahkan dicabut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha LS belum memberikan klarifikasi atas dugaan pencemaran tersebut. Redaksi akan terus mengawal kasus ini dan memastikan instansi terkait menjalankan fungsinya sebagai pengawas lingkungan hidup. Tidak ada ruang bagi pengusaha yang mencari keuntungan dengan mengorbankan keselamatan serta kesehatan publik.
Publisher -Red
Kontributor Liputan CN- Sunandi
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










