ACEH SINGKIL, CN – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Organisasi Masyarakat Islam (HOMAS) dan pimpinan pondok pesantren se-Aceh Singkil. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRK, Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Kamis (25/6/2026).
Rapat yang dibuka oleh pimpinan DPRK Aceh Singkil ini dihadiri oleh sejumlah anggota legislatif, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. H. Amaliun, selaku pimpinan rapat, menegaskan bahwa DPRK berkomitmen menampung dan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat demi kemajuan daerah.
Agenda utama rapat diwarnai dengan pertanyaan kritis dari Ketua HOMAS Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga, terkait dugaan alokasi anggaran sebesar Rp900 juta yang ditujukan bagi pendidikan non-Muslim di Dinas Pendidikan Aceh Singkil. Hambalisyah mendesak pemerintah untuk bersikap transparan guna mencegah munculnya spekulasi negatif di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Syam’un Nst., S.ST., M.P.I., memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah tudingan tersebut dan memastikan bahwa pihaknya tidak pernah menyetujui alokasi anggaran yang dipersoalkan. Syam’un menekankan bahwa setiap proses penganggaran telah melalui mekanisme dan tahapan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Pondok Pesantren Washilatun Najah, Ali Sibra, mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memberikan perhatian lebih terhadap lembaga pendidikan Islam. Ia secara khusus meminta pembentukan dan penguatan Badan Dayah Aceh Singkil sebagai wadah untuk menunjang pengembangan pesantren dalam membina generasi muda dan memperkuat nilai-nilai keislaman.
Selain isu pendidikan, anggota Majelis Tuha 8 Wali Nanggroe Aceh, Ahmad Fadli, menyoroti penanganan masalah sosial di masyarakat. Ia menyarankan agar kasus-kasus ringan, seperti pencurian kelapa sawit, diutamakan penyelesaiannya melalui jalur musyawarah atau kekeluargaan di tingkat kampung sebelum menempuh jalur hukum.
Kepala Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Afrijal, S.E., turut menambahkan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban umum dan memperkuat implementasi syariat Islam di wilayah Aceh Singkil.
Rapat berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Selain dihadiri tokoh masyarakat seperti Ustaz Santoso, Ustaz Samsul Bahri, Ustaz Rahimuddin, Ustaz Khalidin, Ustaz Bainudin, serta perwakilan NU Hairun Mahulai, pertemuan ini juga diikuti oleh anggota DPRK Aceh Singkil, antara lain Sadri Lingga, H. Mairaya, Desra Novianto, Mursal Malau, dan Warman.
Publisher -Red
Reporter CN -Mustafa
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










