KENDAL – Dinas Komunikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Kendal menggelar _coffee morning_ bersama pengelola Objek Wisata Kalikesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jumat (31/7/2026).
Acara dihadiri Kepala Diskominfo Kabupaten Kendal Ardhi Prasetyo, Camat Limbangan Sucipto, Kepala Desa Sriwulan Sulistyo, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Limbangan.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kendal Ardhi Prasetyo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung pengembangan Objek Wisata Kalikesek dengan memfasilitasi penyediaan infrastruktur telekomunikasi.
“Kawasan Objek Wisata Kalikesek sebelumnya _blank spot_ tidak menjangkau jaringan seluler. Tetapi saat ini memiliki akses sinyal setelah dibangun menara telekomunikasi bekerja sama dengan penyedia layanan. Sehingga wisatawan sudah tidak mengalami kendala kesulitan sinyal,” tutur Ardhi.
Sementara Kepala Desa Sriwulan Sulistyo mengatakan destinasi wisata ini telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal itu terwujud melalui pembagian Tunjangan Hari Raya THR yang bersumber dari hasil pengelolaan objek wisata.
“Idul Fitri kemarin kami memberikan THR kepada sekitar 255 Kepala Keluarga. Masing-masing mendapatkan 1 juta. Sedangkan warga baru yang belum memiliki KK mendapatkan separuhnya yaitu 500 ribu. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa dan tanggung jawab sosial bersama kepada masyarakat,” terang Sulistyo.
Direktur BUMDes Sriwulan Moh. Amin mengatakan pihaknya sebagai pengelola Wisata Kalikesek akan terus menambah fasilitas dan wahana baru untuk menarik jumlah pengunjung.
“Kami terus berinovasi. Fasilitas diprioritaskan untuk menjamin pelayanan kepada pengunjung. Fasilitas tiket masuk di sini hanya Rp 2.000 dan parkir sepeda motor Rp 2.000. Berarti cuma Rp 4.000. Para pedagang di sini juga menjual dengan harga standar karena kami menerapkan aturan bersama kepada pelaku usaha. Harganya standar supaya pengunjung merasa nyaman,” jelas Moh. Amin.
Ia menambahkan fasilitas di Kalikesek antara lain terapi ikan, kolam renang, kolam keceh, kulineran, oleh-oleh, kereta sawah, berkuda, jeep adventure, hingga penyediaan homestay. Ditambah panorama alam yang masih asri.
Moh. Amin juga menyampaikan terkait penghasilan tahun 2026. Dari Januari sampai Juni, pendapatan kotor pengelolaan wisata mencapai Rp 4 miliar lebih.
“Penghasilan ini pendapatan kotor sekitar 4 miliar lebih. Nanti pemanfaatannya untuk operasional, seperti pembayaran karyawan, pembiayaan fasilitas, pembagian THR kepada masyarakat dan lainnya,” ujarnya.
Sedangkan untuk inovasi ke depan, pengelola akan mengembangkan wahana permainan serta merencanakan pembangunan _jogging track_ menuju kawasan bukit ke Waduk Plontang.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












