Musi Rawas Utara,. CN 2026 – Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kian brutal dan terang-terangan menantang hukum. Di balik kerusakan ekologis yang parah dan kerugian negara yang fantastis, aktivitas haram ini diduga kuat dipelihara oleh jaringan mafia yang dilindungi oleh oknum aparat penegak hukum (APH).
Berdasarkan investigasi di lapangan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, alat berat beroperasi secara leluasa merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem sekitar tanpa tersentuh tindakan tegas, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi visual di lokasi kejadian. Ironisnya, penegakan hukum yang berjalan terkesan tebang pilih; operasi penertiban yang dilakukan selama ini dinilai hanya menyasar para pekerja kasar atau buruh lapangan, sementara para pemodal besar (cukong) dan aktor intelektual di balik layar tetap aman melenggang.
Kelangsungan operasional tambang ilegal ini tidak lepas dari pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang masuk secara rutin tanpa hambatan. Pasokan logistik yang masif ini membuktikan bahwa aktivitas tersebut dikelola secara sistematis dan terorganisir.
Publik melontarkan kritik keras terhadap instansi terkait dan APH. Lemahnya pengawasanโatau dugaan pembiaran yang disengajaโmembuat distribusi BBM ilegal untuk keperluan tambang haram ini berjalan mulus setiap hari. Kondisi ini memicu kecurigaan publik bahwa terdapat aliran dana pengamanan yang mengalir ke pihak-pihak tertentu untuk menjaga kelancaran bisnis ilegal tersebut.
Situasi di lapangan ini seolah menjadi tamparan keras terhadap komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang secara tegas menginstruksikan pemberantasan mafia tambang di seluruh penjuru tanah air. Alih-alih tunduk pada instruksi nasional, praktik mafia tambang di Ulu Rawas justru semakin beringas dan menancapkan pengaruhnya di tingkat lokal.
Masyarakat mulai mempertanyakan integritas para pejabat daerah, DPRD, Dinas ESDM, instansi lingkungan hidup, hingga aparat penegak hukum. Kuat dugaan bahwa jaring pengaman birokrasi dan setoran keamanan menjadi pelumas utama sehingga para cukong tambang merasa kebal hukum.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













