KENDAL, CN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, sukses melaksanakan panen perdana bebek pedaging pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kandang ternak setempat ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Panen perdana tersebut dihadiri oleh Direktur BUMDes Sejahtera Tanjungmojo M. Ulil Albab, Kepala Desa Tanjungmojo Heru Waluyo, jajaran perangkat desa, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pengawas BUMDes.
Direktur BUMDes Sejahtera Tanjungmojo, M. Ulil Albab, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen yang dicapai setelah melalui masa pemeliharaan selama kurang lebih 40 hari.
Pada tahap awal pengembangan usaha ini, BUMDes memulai budidaya dengan penebaran 160 ekor bibit bebek. Berkat penanganan yang baik, tingkat mortalitas atau kematian dapat ditekan hingga sekitar 5 persen atau hanya 8 ekor, sehingga total 152 ekor bebek berhasil dipanen dengan hasil memuaskan.
“Alhamdulillah, berkat kekompakan seluruh anggota BUMDes, jajaran pengurus, dan para pekerja, hari ini kita bisa melaksanakan panen perdana bebek pedaging sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan di Desa Tanjungmojo,” ujar Ulil.
Ia menjelaskan, keberhasilan pencapaian tersebut tidak lepas dari penerapan manajemen pemeliharaan yang disiplin. Langkah-langkah utama yang diutamakan meliputi pemberian pakan berkualitas tinggi, serta perawatan dan pembersihan kandang secara rutin guna menjaga kesehatan ternak dan mengoptimalkan pertumbuhan bobot.
Dari segi hasil, rata-rata bobot bebek pedaging tercatat mencapai lebih dari 2 kilogram per ekor. Dengan menetapkan harga jual sebesar Rp32.000 per kilogram, nilai jual per ekor diperkirakan berada di atas Rp64.000.
Peluang pemasaran hasil panen pun dinilai cukup cerah. Sejumlah warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal telah menyatakan kesiapan mereka untuk menampung hasil produksi. Selain itu, BUMDes juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan pihak Bebek Rakyat Kendal, yang saat ini masih dalam tahap negosiasi harga.
“Adanya peluang pasar yang terbuka luas ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan produksi serta menjaga kesinambungan dan keberlanjutan usaha ke depan,” imbuh Ulil.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjungmojo Heru Waluyo memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh pengurus BUMDes. Menurutnya, rendahnya tingkat kematian ternak mencerminkan keseriusan, ketelatenan, dan kompetensi para pengelola dalam menjalankan unit usaha tersebut.
“Kami dari pemerintah desa sangat bersyukur dan mengapresiasi hasil panen perdana ini yang dinilai sangat menggembirakan. Harapan kami, unit usaha ini dapat terus berkembang dan dikelola secara profesional,” ungkap Heru.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) siap mempertimbangkan penambahan dukungan permodalan apabila kondisi anggaran memungkinkan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi serta keuntungan BUMDes, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Panen perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi BUMDes Sejahtera Tanjungmojo untuk terus mengembangkan unit-unit usaha produktif yang mandiri dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan warga Desa Tanjungmojo.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










