KENDAL, CN – 4 Agustus 2026 – Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) berkolaborasi dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan Inkubasi Litera Preneurship. Acara opening sekaligus lokakarya ini berlangsung di Ruang Pertemuan lantai 2, Jumat (1/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, S.STP., M.Si. Menurutnya, Dinarpus Kendal selalu terbuka menerima kolaborasi dari pihak mana pun yang ingin mendorong kemajuan literasi di Kabupaten Kendal, khususnya di Perpusda Kendal.
Turut hadir pula Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum, sebagai pemberi dana hibah melalui program Fasilitasi Komunitas Sastra. Sementara dari pihak penyelenggara hadir Ketua Pelataran Sastra Kaliwungu Bahrul Ulum A Malik, yang akrab disapa โPresiden Pelataran Sastra Kaliwunguโ.
Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber. Materi pertama disampaikan Dr. Meina Febriani, S.Pd., M.Pd, dengan tema Potensi Sastra Dalam Ekonomi Kreatif. Materi kedua diisi Dr. Eko Sugiarto, S.Pd., M.Pd, yang membahas Desain Produk Sastra.
Momen ini juga dimanfaatkan PSK untuk mengukuhkan kerja sama dengan Perpusda Kendal sejak dibukanya gedung pelayanan baru di Karangsari, Kendal. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak menjadi bukti komitmen tertulis untuk bergerak bersama dalam bidang literasi.
Bahrul Ulum A Malik menegaskan kolaborasi adalah kunci utama. โKomunikasi adalah kunci. Kerja sama dan kesepakatan itu mutlak. Dari sinilah PSK bisa mengakar dan bergerak di dunia sastra,โ ucap Ulum yang juga Kepala MI Kaliwungu tersebut.
Ia menambahkan, MoU antara PSK, Unnes, dan Dinarpus Kendal bukan sekadar seremoni. โIni adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak bersama dalam literasi dan menciptakan nilai jual yang indah agar bisa dinikmati masyarakat,โ tutupnya.
Antusiasme peserta terlihat meski kegiatan baru pertama kali digelar. Kehadiran peserta mencapai hampir separuh dari jumlah pendaftar.
Salah satu peserta, Farah Kayla Putri, pengunjung setia Perpusda Kendal sekaligus Duta Baca Kabupaten Kendal 2026, mengaku mendapat banyak wawasan baru.
โDari dua materi pada Sabtu, 1 Agustus, saya jadi lebih paham bahwa karya sastra tidak hanya sebatas tulisan. Sastra punya potensi besar di ekonomi kreatif kalau dikemas dengan baik. Kita juga harus tahu cara mengomodifikasi sastra supaya bisa masuk pasar tanpa menghilangkan nilai estetika dan esensinya,โ kata Farah.
Menurutnya, lokakarya ini sangat membuka wawasan untuk mengembangkan kegiatan literasi dan memajukan komunitas ke depan.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











