ACEH SINGKIL – 3 Mei 2026– Puluhan anak Sekolah Dasar di Desa Serasah, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, dipaksa bertaruh nyawa setiap hari. Sejak jembatan penghubung utama ambruk dihantam banjir pada tahun 2023, perahu kayu menjadi satu-satunya sarana bagi siswa untuk bisa sampai ke sekolah.
Berdasarkan fakta di lapangan pada Rabu (29/04/2026), anak-anak berseragam merah-putih dengan tas ransel di pundak terlihat berdiri berdesakan di atas perahu kecil. Mereka harus membelah sungai keruh yang memiliki arus deras, terutama saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut.
Suara-suara polos anak-anak sekolah ini membubung ke langit saat mereka menyeberangi sungai, memohon perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia.
“Kami anak Desa Serasah yang sekolah di Desa Cibubukan, pergi berangkat naik perahu karena jembatan putus sejak 2023 karena bencana banjir… Kami meminta kepada Presiden Pak Prabowo, mohon bantuannya agar diberi jembatan di Kabupaten Aceh Singkil!” teriak mereka serempak di tengah aliran sungai.
Narasumber lapangan, Sabri, menyatakan bahwa kondisi ini merupakan pengabaian serius terhadap keselamatan jiwa. “Hampir tiga tahun jembatan ini menjadi bangkai. Apakah harus ada nyawa yang hanyut dulu baru anggaran pembangunan diturunkan? Ini adalah bukti nyata kegagalan dalam melindungi anak-anak yang ingin sekolah,” tegas Sabri.
Pendamping Kementerian Sosial, Wahyu Hidayat, membenarkan bahwa keterisolasian ini telah melumpuhkan aktivitas warga Desa Serasah. Selain menghambat jalur pendidikan, putusnya akses jembatan juga membuat urat nadi ekonomi warga mati suri.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan pembangunan kembali jembatan tersebut akan dimulai. Ketidakpastian ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai prioritas pembangunan anggaran negara, mengingat risiko maut yang setiap hari dihadapi siswa SD di Aceh Singkil hanya untuk mendapatkan hak pendidikan mereka.
Janji pembangunan jembatan hingga kini masih sebatas kertas, sementara siswa-siswa di Desa Serasah tetap harus mencium bau bahaya di sungai demi masa depan mereka.
Publisher -Red
Reporter CN -Masriani
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










