YOGYAKARTA, 29 Juni 2026- – Keluarga Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kabupaten Kendal ziarah ke makam R. Sri Murtono, tokoh teater Indonesia dan pendiri ASDRAFI, di Pasareyan Pringgopadmopuspito, Makam Gajahan, Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). Ziarah jadi bagian persiapan Festival Teater Pelajar 2026 Piala Sri Murtono yang digelar Juni–Juli 2026.
Festival ini didukung Kemendikdasmen RI lewat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Tujuannya menumbuhkan apresiasi teater pelajar sekaligus mengenalkan kembali Sri Murtono sebagai tokoh penting sejarah teater nasional.
Sebelum ziarah, tim Mas Mahmud Alqadrian dan Nur Iswantara menelusuri lokasi makam. Setelah koordinasi dengan juru kunci Makam Gajahan Pak Harsoyo, batu nisan R. Sri Moertono akhirnya ditemukan.
Rombongan lalu bersilaturahmi di Pendapa Ndalem Pakuningratan, bekas Kampus ASDRAFI. Hadir Mbak Rina Nikandaru, pengurus PSK Bahrul Ulum A. Malik, M. Lukluk Atsmara Anjaina, Chadori Ichsan, Bara Luqmana, Akhmad Sofyan Hadi. PSK sampaikan rencana festival dan mohon dukungan Yayasan GRK Yogyakarta serta Alumni ASDRAFI. Dibahas juga naskah drama Sri Murtono untuk festival dan usulan 2 alumni ASDRAFI jadi dewan juri.
Silaturahmi diisi tukar buku: _Lelabuh Asmara_ dari Mas Mahmud, _Dewi Arimbi_, _Sejarah Teater Timur_, _Metode Pembelajaran Pantomim Indonesia_dari Nur Iswantara, serta antologi puisi _Negeri Sontoloyo: ANGIN Bersenandung_ dari Mbak Rina.
Ziarah dipimpin Bahrul Ulum A. Malik sebagai imam doa untuk almarhum. Rombongan lalu ke kediaman Dr. Nur Iswantara, penulis biografi _Sri Murtono: Teater Tak Pernah Usai_, untuk seleksi naskah. Hasil musyawarah: 4 naskah dipilih jadi materi festival, yaitu _Ida_, _Letkol Polri Jarot_, _Malam Lebaran_, dan _Kampus Gembira Loka_ dari buku _Empat Drama Kontemporer untuk Remaja_ (1983). Naskah _Wahyu Sasongko Jati_ ditetapkan diproduksi dan dipentaskan PSK.
“Ziarah ini bukan sekadar penghormatan, tapi ikhtiar membangun kesinambungan sejarah teater Indonesia dengan generasi muda. Lewat festival ini, warisan pemikiran dan semangat Sri Murtono bisa dikenal pelajar, guru, dan masyarakat luas,” kata Bahrul Ulum A. Malik.
Sri Murtono dikenal sebagai pelopor teater modern dan pendiri ASDRAFI yang melahirkan banyak seniman besar. Rangkaian di Yogyakarta jadi langkah awal festival sebagai ruang pembelajaran, apresiasi, dan regenerasi ekosistem teater pelajar Indonesia.
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










