JAKARTA, 29 April 2026 – Redaksi Cyber Nasional menyoroti tajam laporan investigasi yang ditayangkan kanal YouTube Sriwijaya Times terkait dugaan penyalahgunaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Mandiri Unit Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas. Laporan tersebut mengungkap adanya pokok permasalahan serius mengenai praktik pungutan liar dan pemotongan dana pinjaman oleh oknum internal bank yang sangat merugikan masyarakat kecil.
Pimpinan Redaksi Cyber Nasional, Kusmiadi, C.BJ., C.EJ., atau yang akrab disapa Jhon, menegaskan bahwa temuan yang ditayangkan tersebut harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk bergerak. Sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Sriwijaya Times, modus yang dilaporkan mencakup pemotongan dana secara sepihak hingga dugaan penggunaan identitas warga untuk pinjaman fiktif yang menyasar nasabah di Kecamatan Selangit.
Dalam kutipan wawancara yang ditayangkan kanal tersebut, seorang nasabah mengungkapkan bahwa dari pengajuan 105 juta rupiah, ia hanya menerima 75 juta rupiah setelah diduga dipotong 30 juta rupiah oleh oknum berinisial M. Hal ini diperkuat dengan pengakuan korban lain dalam tayangan yang sama mengenai adanya permintaan fee pencairan, yang berdampak pada ancaman kredit macet bernilai miliaran rupiah.
Kusmiadi, C.BJ., C.EJ. menyoroti adanya aksi saling lempar tanggung jawab antara mantan pejabat bank yang muncul dalam video tersebut sebagai indikasi lemahnya pengawasan. Mantan pejabat unit menyebut keputusan ada pada kepala cabang, sementara mantan kepala cabang mengklaim kelayakan berkas adalah tanggung jawab unit. Menurut Pimpinan Redaksi Cyber Nasional ini, kondisi tersebut menunjukkan celah besar yang merugikan nasabah dan berpotensi merugikan keuangan negara secara masif.
Menanggapi fakta yang tersaji di kanal Sriwijaya Times, Kusmiadi mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan untuk segera mengambil langkah hukum konkret. Aparat diminta tidak menutup mata dan segera melakukan audit forensik serta memanggil pihak-pihak terkait sebagaimana telah ditayangkan di ruang publik. Penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu sangat diperlukan untuk membongkar siapa pun aktor di balik skandal ini.
Pimpinan Redaksi Cyber Nasional menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh oknum yang merampas hak ekonomi rakyat kecil. Polda Sumsel diharapkan segera merespons bukti-bukti awal yang telah tersaji di kanal YouTube Sriwijaya Times demi menjamin keadilan bagi para korban di Musi Rawas serta menjaga marwah program bantuan pemerintah.
Sumber Referensi: Kanal YouTube Sriwijaya Times (https://youtu.be/pQIi7ON-dMo?si=Z0R4o3IeuLzm3It5)
Redaksi Cyber Nasional
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










