KAMPAR, RIAU -GUNUNG SAHILAN,12 APRIL 2026- – Budaya bukan sekadar barisan formalitas dalam sebuah perayaan. Ia adalah denyut nadi, nilai, dan identitas yang hidup di tengah masyarakat. Di tengah arus modernisasi, masyarakat di Gunung Sahilan terus berkomitmen menjaga kekayaan adat istiadat sebagai warisan luhur yang tak tergantikan.
Salah satu bukti nyata keteguhan dalam menjaga identitas ini terlihat pada tradisi pernikahan masyarakat Nias (Ono Niha) yang menetap di wilayah tersebut. Dalam setiap prosesi sakral, gema suara gendang, Faritia, dan Aramba (gong) bukan sekadar musik pengiring, melainkan jembatan emosional dan spiritual yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Pemukulan instrumen tradisional ini memiliki makna mendalam. Secara adat, bunyi-bunyian tersebut merupakan bentuk penghormatan untuk mengundang doa restu leluhur bagi pasangan yang menempuh hidup baru. Lebih dari itu, harmoni irama yang dihasilkan menjadi simbol kegembiraan kolektif, menyatukan seluruh lapisan masyarakat dalam satu frekuensi kebahagiaan.
“Budaya setiap daerah memiliki kekhasan yang unik. Dengan menjaga tradisi seperti Faritia dan Aramba, kita sebenarnya sedang menjaga fondasi jati diri agar tidak luntur oleh zaman,” ungkap salah satu tokoh penggiat budaya setempat.
Agar nilai-nilai ini tidak sekadar menjadi tontonan, diperlukan langkah konkret melalui pelatihan yang terstruktur dan pelaksanaan yang sesuai pakem adat. Pengetahuan tentang teknik pemukulan alat musik dan pemahaman makna di baliknya menjadi krusial agar generasi muda tidak kehilangan konteks asli dari warisan tersebut.
Upaya pelestarian ini bertujuan agar budaya tetap tampil memikat tanpa kehilangan kesakralannya. Dengan pelatihan yang benar, kebersamaan yang tercipta dalam setiap upacara adat akan menjadi daya tarik unik yang memperkaya khazanah budaya bangsa.
Melalui komitmen ini, masyarakat Gunung Sahilan berharap nilai-nilai luhur dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya, memastikan bahwa identitas bangsa tetap kokoh dan menginspirasi banyak pihak untuk kembali mencintai akar budayanya sendiri.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










