GOWA, CN – 13 Juni 2026 – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gowa melalui Timsus 2 berhasil mengamankan satu unit mobil boks yang kedapatan membawa muatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dalam jumlah besar. Temuan ini langsung diserahkan kepada Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Gowa guna penyidikan lebih lanjut.
Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas atas tumpahan cairan yang diduga solar di sepanjang Jalan Pao-Pao. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa kendaraan tersebut menggunakan tangki modifikasi yang diduga kuat digunakan untuk menampung BBM subsidi hasil pelangsiran dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Gowa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sopir mobil boks tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tipidter Polres Gowa, Jumat (12/6/2026). Dalam pernyataan kepada awak media, sopir bok secara eksplisit menyebutkan bahwa operasional kendaraan tersebut dikendalikan oleh seseorang yang dikenal dengan nama Mansyur alias Cacolle.
Menanggapi penangkapan ini, Ketua Departemen Intelijen dan Investigasi Lembaga Investigasi Negara (LIN) memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini merupakan potret nyata masih maraknya mafia BBM yang merugikan masyarakat dan negara.
“Kami mengapresiasi kesigapan Timsus 2 Satnarkoba dan langkah cepat Unit Tipidter Polres Gowa. Ini adalah bukti bahwa polisi tidak tinggal diam terhadap praktik ilegal yang menyengsarakan masyarakat kecil,” ujar perwakilan LIN.
Lebih lanjut, pihak LIN mendesak Kapolres Gowa untuk tidak berhenti pada penangkapan sopir atau unit kendaraan saja. Fokus utama penegakan hukum seharusnya diarahkan kepada aktor intelektual di balik jaringan distribusi BBM subsidi ilegal ini.
“Kami mendesak agar penyidik segera memanggil dan memeriksa Mansyur alias Cacolle sebagaimana yang disebut oleh sopir dalam keterangannya. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika benar ada keterlibatan pihak tersebut, maka penangkapan harus dilakukan demi rasa keadilan dan kepastian hukum,” tegas pihak LIN.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan tangki modifikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pengelola SPBU yang menjadi titik pengambilan BBM.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










