BOGOR, – Mencuatnya dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong mendapat perhatian serius dari Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA). Ketua Umum GANISA, Sunardi Lintang, mendesak aparat penegak hukum dan instansi pemasyarakatan untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh, profesional, dan transparan atas informasi yang berkembang.
Sunardi Lintang menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman luar biasa bagi masa depan bangsa sehingga tidak boleh ada ruang bagi jaringan narkoba untuk menjalankan aktivitasnya, termasuk dari balik tembok lembaga pemasyarakatan.
“Jika dugaan adanya pengendalian peredaran sabu dari dalam lapas terbukti, maka ini merupakan tamparan keras bagi sistem pengawasan. Negara tidak boleh kalah dengan jaringan narkoba yang terus mencari celah untuk beroperasi. Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sunardi Lintang dalam pernyataan sikapnya.
GANISA juga meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, BNN, dan aparat kepolisian untuk melakukan langkah konkret berupa pendalaman informasi, penertiban terhadap barang terlarang, serta evaluasi sistem pengawasan di lingkungan lapas.
Menurut Sunardi, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga harus memutus mata rantai jaringan dan mengungkap kemungkinan adanya pihak yang membantu jalannya peredaran gelap tersebut.
“Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian dan ketegasan. Jangan ada pembiaran terhadap praktik-praktik yang merusak generasi bangsa. GANISA akan terus mengawal proses pengungkapan kasus ini agar berjalan objektif dan transparan,” tambahnya.
GANISA menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum yang profesional dan berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tetap terjaga.
“Perang terhadap narkoba adalah perang untuk menyelamatkan anak bangsa. Tidak boleh ada satu pun tempat yang menjadi zona nyaman bagi jaringan narkotika,” tutup Sunardi Lintang.
(red)
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










