JAYAPURA — Suasana panik dan mencemaskan menyelimuti Puskesmas Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Selasa sore, 4 Agustus 2026. Sejumlah anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, terpaksa dilarikan secara darurat ke fasilitas kesehatan akibat mengalami gejala keracunan yang diduga kuat bersumber dari program Makan Bergizi (MBG).
Berdasarkan data dan pantauan di lapangan hingga Selasa sore, gelombang kedatangan pasien anak-anak ini terus mengalir. Tercatat sudah ada delapan anak yang mendapatkan penanganan medis darurat di Puskesmas Depapre. Para korban tampak terbaring lemah di atas tempat tidur pemeriksaan hingga kursi tunggu dengan kondisi memprihatinkan, sebagian bahkan harus diinfus dan mendapatkan pendampingan intensif dari tenaga medis serta orang tua mereka.
Kasus ini memunculkan pertanyaan besar sekaligus kritik tajam terhadap efektivitas pengawasan program distribusi makanan yang menyasar anak-anak sekolah. Alih-alih mendongkrak kualitas gizi generasi bangsa di daerah, program yang seharusnya membawa manfaat ini justru berubah menjadi teror kesehatan yang mengancam nyawa anak-anak di Distrik Depapre.
Lambatnya respons preventif dan lemahnya standar kontrol kualitas terhadap makanan yang dikonsumsi siswa menunjukkan adanya celah fatal dalam tata kelola program. Publik, khususnya para orang tua korban, mendesak agar insiden ini tidak dianggap sebagai kejadian luar biasa biasa yang lalu lenyap begitu saja tanpa kejelasan hukum dan evaluasi menyeluruh.
Mewakili suara keresahan masyarakat setempat, pihak keluarga dan warga mendesak Pemerintah Kabupaten Jayapura serta instansi terkait untuk tidak bersikap pasif.
– Investigasi Independen dan Transparan: Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan dan pihak berwenang dituntut segera turun tangan mengambil langkah investigasi mendalam untuk menguji sampel makanan serta memetakan sumber distribusi dari kampung-kampung di wilayah Distrik Depapre.
– Pertanggungjawaban Konkret: Desakan keras diarahkan kepada pihak-pihak pengelola atau vendor penyedia program MBG agar diberikan sanksi tegas jika terbukti lalai dalam menjaga higienitas dan keamanan pangan.
– Jaminan Biaya Medis: Seluruh korban anak-anak yang menjalani perawatan harus mendapatkan jaminan penuh pembiayaan kesehatan gratis dari pemerintah daerah hingga benar-benar pulih.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura serta penanggung jawab program terkait insiden yang terus memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat Depapre.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











