BATAM, CN 8 Agustus 2026 – Aktivitas cut and fill berupa pengerukan tanah dan pemecahan batu di kawasan Jalan Pesona Rhabayu, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, terus beroperasi tanpa hambatan berarti. Di balik deru alat berat setiap harinya, aktivitas ini meninggalkan keresahan mendalam bagi warga sekitar dan pengguna jalan akibat minimnya transparansi legalitas serta abainya standar pengamanan lingkungan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah alat berat tampak aktif mengeruk kontur tanah dan memecah batu. Material galian tersebut kemudian diangkut oleh truk lori roda enam yang keluar-masuk lokasi secara bergantian sejak pagi hingga menjelang petang.
Ironisnya, di tengah masifnya skala pengerjaan tersebut, kejelasan dokumen perizinan hingga kini masih menjadi misteri tersendiri.
Masyarakat setempat menegaskan tidak pernah menolak adanya investasi atau pembangunan. Namun, sikap bungkam dari pihak pengelola memicu kecurigaan publik terkait legalitas formal dari kegiatan berskala besar ini.
โKalau memang semua izin sudah lengkap, kenapa tidak dibuka ke publik? Jangan sampai masyarakat hanya melihat alat berat bekerja setiap hari sementara kepastian hukumnya tidak pernah dijelaskan,โ ujar salah seorang warga dengan nada geram.
Sikap tertutup ini dinilai mencederai hak keterbukaan informasi publik dan menunjukkan lemahnya pengawasan awal dari instansi berwenang terhadap proyek-proyek yang berpotensi merusak kenyamanan lingkungan.
Dampak langsung yang paling dirasakan warga adalah polusi debu pekat. Setiap kali alat berat beroperasi dan armada truk bermuatan melintas, debu tebal beterbangan hingga menutupi badan jalan raya dan merangsek masuk ke dalam permukiman warga.
Pada jam-jam sibuk, kondisi ini bahkan mengganggu jarak pandang pengendara roda dua. Tidak sedikit warga yang terpaksa menutup rapat pintu dan jendela rumah sepanjang hari demi menghindari paparan debu.
โKalau cuaca panas, debunya sudah seperti kabut tebal. Pengendara motor adalah pihak yang paling sengsara. Kami sangat khawatir ini memicu kecelakaan lalu lintas,โ keluh warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak terlihat adanya langkah mitigasi yang signifikan dari pihak pengelola, seperti penyiraman jalan secara berkala untuk menekan laju polusi udara.
Intensitas mobilitas truk pengangkut material yang hampir tanpa jeda turut menjadi sorotan tajam. Tingginya volume material yang keluar dari lokasi memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat mengenai peruntukan akhir dari hasil pengerukan tersebut.
Sebagian warga menduga distribusi material tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal proyek, melainkan disinyalir diarahkan ke kawasan lain seperti Tiban Global. Namun, dugaan ini tentu memerlukan audit dan pembuktian dokumen distribusi yang valid dari pihak berwenang.
Saat dikonfirmasi di lapangan, seorang pengemudi lori mengaku hanya menjalankan instruksi pengangkutan. Berdasarkan informasi dari pekerja, aktivitas operasional harian di lapangan dikoordinasikan oleh seseorang berinisial E. Kendati demikian, keterangan tersebut masih bersifat sepihak dan hingga kini pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi saat hendak dikonfirmasi.
Secara regulasi, aktivitas cut and fill berskala besar wajib mengantongi dokumen lengkap, mulai dari Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), persetujuan lingkungan, hingga izin pertambangan atau pengelolaan material ikutan jika terbukti ada unsur komersialisasi.
Namun, mandeknya keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Batam seolah memperlihatkan lambannya respons birokrasi dalam menyikapi persoalan di lapangan.
Publik kini mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Satuan Pololisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam untuk tidak menutup mata. Ketegasan aparat penegak perda sangat dinantikan guna memastikan apakah aktivitas tersebut berjalan sesuai koridor hukum atau justru dibiarkan merugikan kepentingan publik.
Publisher -Red
Reporter CN -Pilif
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











