BANGGAI LAUT (12 Mei 2026) – Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan Interfaith Harmony Camp tingkat internasional pertama di Indonesia. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 ini diproyeksikan bakal menempatkan Banggai Laut sebagai pelopor dialog lintas iman berskala global di tanah air.
Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa, S.H., menyampaikan bahwa rencana terpilihnya daerah ini merupakan bentuk pengakuan atas stabilitas kerukunan umat beragama yang selama ini terjaga.
“Ini merupakan agenda besar bagi Banggai Laut. Rencana penyelenggaraan Interfaith Harmony Camp di wilayah kami adalah kepercayaan yang akan kami jaga, sebagai bukti bahwa nilai toleransi di sini dapat menjadi rujukan nasional,” ujar Sofyan dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Tokoh agama Banggai, Ardi, menjelaskan bahwa rencana kegiatan ini memiliki kedalaman filosofis dan historis. Agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan kembali semangat perdamaian Banggai dengan sejarah dua kerajaan besar lainnya di Indonesia.
“Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremoni. Ada pesan sejarah yang ingin diangkat kembali. Banggai memiliki keterkaitan erat dengan Keraton Solo dan Kerajaan Kutai Kartanegara melalui jalur perdagangan dan kekerabatan masa lampau. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali sebagai fondasi kerukunan,” jelas Ardi.
Dalam draf agenda, forum ini dijadwalkan mengundang sejumlah tokoh kunci nasional dan diplomat mancanegara sebagai narasumber utama, di antaranya:
– Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI)
– Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. (Gubernur Sulawesi Tengah)
– Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata)
– Veronica Tan (Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)
– Giring Ganesha (Wakil Menteri Kebudayaan)
– Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Ketua Umum PGI)
– Rencana Kehadiran Diplomat: Dubes Uni Emirat Arab, Dubes Tunisia, dan Dubes Singapura.
Kepala Kantor Kementerian Agama Banggai Laut menyebutkan bahwa rencana pemilihan lokasi ini didasari oleh kondisi sosial masyarakat Banggai yang sangat inklusif. Melalui acara ini, Banggai Laut ingin menunjukkan kepada dunia model harmonisasi hidup berdampingan antar etnis dan agama.
Rangkaian rencana acara Interfaith Harmony Camp 2026 akan mencakup dialog tokoh lintas agama, rencana napak tilas sejarah toleransi tiga kerajaan, workshop kepemudaan, serta kunjungan ke berbagai situs budaya.
Selain penguatan aspek sosial, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dijadwalkan akan membahas potensi pengembangan wisata religi dan sejarah. Hal ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memajukan sektor pariwisata berbasis budaya di Sulawesi Tengah di masa depan.
Interfaith Harmony Camp adalah rencana forum dialog lintas iman yang bertujuan merawat kerukunan, mencegah konflik berbasis agama, dan membangun kolaborasi antarumat. Tahun 2026 direncanakan menjadi momentum perdana penyelenggaraannya di Indonesia dengan Banggai Laut sebagai tuan rumah.
Publisher -Red
Reporter CN -Faisal, C.BJ., C.EJ., C.In.
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










