MOROWALI – 25 April 2026- Aktivis kemasyarakatan, Wazir Muhaemin, memberikan respons keras terhadap pernyataan pihak PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) dan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) terkait pelaksanaan Konsultasi Publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang digelar di Makassar, Jumat (24/4).
Wazir menilai pernyataan perusahaan dalam hak jawabnya kepada media tidak selaras dengan fakta di lapangan. Ia menyoroti proses konsultasi tersebut yang dianggap tidak partisipatif dan menutup ruang bagi masyarakat terdampak langsung di wilayah lingkar industri.
Wazir secara spesifik menyoroti pernyataan Alim Hendra selaku perwakilan pihak terkait. Ia menganggap informasi yang disampaikan kepada publik merupakan bentuk penyesatan fakta yang tidak sesuai dengan kondisi riil.
“Pernyataan yang disampaikan Alim Hendra maupun dalam hak jawab perusahaan tidak mencerminkan kenyataan. Ini merupakan pembelokan informasi. Kami menilai ada ketidakjujuran dalam penyampaian proses ini kepada publik,” ujar Wazir.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang semula diinformasikan sebagai agenda ramah tamah ternyata berubah menjadi forum formal Konsultasi Publik AMDAL. Menurutnya, perubahan agenda tanpa pemberitahuan yang layak ini mencederai prinsip keterbukaan informasi.
Menurut aturan yang berlaku, proses AMDAL wajib melibatkan masyarakat yang terdampak langsung secara transparan dan aksesibel. Wazir menegaskan bahwa tidak boleh ada manipulasi informasi dalam tahapan AMDAL. Jika sejak awal proses sudah dianggap tidak terbuka, maka masyarakat akan sulit menaruh kepercayaan pada hasilnya.
Aliansi Masyarakat Lingkar Kawasan Industri PT BTIIG dan PT IHIP secara tegas menyatakan menolak hasil konsultasi publik yang dilakukan di Makassar tersebut dan mendesak dilakukannya evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat. Mereka menuntut keterlibatan penuh masyarakat dalam setiap proses AMDAL berikutnya.
Sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan tersebut, masyarakat lingkar industri saat ini tengah melakukan konsolidasi untuk langkah selanjutnya.
“Untuk saat ini, perlu saya sampaikan bahwa kami sedang mematangkan agenda rencana aksi unjuk rasa Masyarakat Lingkar Kawasan Industri PT BTIIG dan PT IHIP. Rencananya aksi tersebut akan dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026,” pungkas Wazir.
Publisher -Red
Reporter CN -Nakir
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










