Jakarta, CN – 12 Mei 2026– Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan peternak rakyat dari keterpurukan harga. Melalui surat resmi bernomor B-134/PP.320/F.6/05/2026, pemerintah mendorong Badan Gizi Nasional untuk melakukan intervensi penyerapan telur ayam ras guna menjaga keberlangsungan usaha peternakan nasional.
Langkah ini diambil merespons kondisi harga telur di tingkat peternak yang saat ini dilaporkan anjlok jauh di bawah Harga Acuan Pembelian yang ditetapkan pemerintah. Dalam surat yang ditujukan kepada Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional tersebut, ditekankan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebagai motor penyerap produksi telur lokal di berbagai daerah.
Terdapat beberapa poin utama yang ditekankan dalam upaya koordinasi antarlembaga ini. Pertama, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi diinstruksikan untuk memprioritaskan pengadaan telur konsumsi langsung dari peternak rakyat atau pelaku usaha perunggasan di sekitar wilayah operasional. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal serta memastikan efisiensi distribusi pangan bergizi.
Selain itu, Kementan mendorong peningkatan frekuensi menu berbasis telur dalam siklus mingguan program Makan Bergizi Gratis, terutama saat terjadi surplus produksi dan pelemahan harga di tingkat peternak. Pemerintah juga memberikan imbauan agar setiap transaksi pembelian telur dilakukan sesuai dengan harga acuan pemerintah dan tidak melakukan pembelian di bawah harga tersebut demi melindungi margin keuntungan peternak.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara program pemenuhan gizi nasional dan stabilitas harga pangan. Upaya tersebut dipandang sebagai langkah konkret dalam mendukung keberhasilan program nasional sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan usaha peternak unggas dalam negeri.
Dengan optimalisasi penyerapan stok protein hewani ini, pemerintah berupaya memastikan ekosistem pangan tetap tangguh. Selain menjamin ketersediaan gizi berkualitas bagi masyarakat, langkah ini menjadi jaring pengaman ekonomi bagi para peternak ayam petelur di seluruh Indonesia agar tetap berdaya dan mampu menjaga ketersediaan pasokan pangan nasional secara jangka panjang.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo, C.B.J., C.E.J.
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










