Lahat, CN- 28 Juli 2026 – Perjalanan menggapai cita-cita mulia selalu diwarnai dengan liku-liku kehidupan yang menguji mental dan keteguhan hati. Kisah inspiratif datang dari Dimas Aryo Wijaya, putra kedua dari tiga bersaudara dari pasangan almarhum Bapak Riswanto dan Ibu Nurhayati, warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat.
Lahir dan besar di tengah kesederhanaan, Dimas tumbuh dengan tekad yang kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus; di tengah perjuangannya meniti jalan kedinasan, ia harus menerima ujian berat ketika sang ayah tercinta, almarhum Bapak Riswanto, berpulang ke Rahmatullah. Kehilangan sosok kepala keluarga tentu menjadi cobaan yang mendalam bagi mereka.
Kendati diselimuti duka, hal tersebut tidak mematahkan semangat Dimas. Ia justru menjadikan kenangan dan doa almarhum ayahnya sebagai pendorong utama untuk terus melangkah maju. Satu tekad yang senantiasa dipegangnya teguh adalah melihat sang ibu, Ibu Nurhayati, tersenyum bangga atas pencapaiannya setelah sekian lama berjuang bersama.
Dengan mengandalkan doa restu dari sang ibu yang menjadi pilar kekuatan hidupnya, Dimas melewati setiap tahapan seleksi militer yang ketat dengan penuh disiplin. Segala rintangan ia hadapi dengan tabah hingga akhirnya kerja keras tersebut berbuah manis.
Buah dari kesabaran dan perjuangan panjang itu terbayar lunas saat Dimas resmi dilantik menjadi seorang prajurit TNI. Tidak tanggung-tanggung, ia dipercaya untuk mengemban tugas di satuan elite kebanggaan Angkatan Darat, yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus) satuan baret merah dengan standar kualifikasi fisik dan mental yang luar biasa tinggi.
Dalam momen penuh kebahagiaan saat pelantikan, senyum merekah terpancar dari wajah Ibu Nurhayati, didampingi oleh Dimas dalam balutan seragam loreng dan baret merah kebanggaannya, bersama rekan-rekan sesama prajurit. Air mata haru dan rasa bangga menyelimuti hari itu, membayar tuntas segala lelah dan air mata perjuangan yang telah dilalui bersama keluarga di Desa Gunung Kembang.
Kisah Dimas Aryo Wijaya membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan ujian hidup yang berat bukanlah halangan bagi seorang anak muda dari pelosok daerah untuk meraih cita-cita tertinggi, demi membahagiakan orang tua dan mengabdi kepada ibu pertiwi.
Publisher -Red
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










