CILACAP – Kelompok Tani Dadi Makmur menegaskan bahwa pelaksanaan proyek optimasi lahan non-rawa di Desa Serawadadi, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan. Langkah ini sekaligus menepis pemberitaan miring yang dinilai tidak berimbang serta tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Program optimasi lahan seluas 28 hektar tersebut didanai melalui APBN Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan nilai anggaran sebesar Rp90 juta.
Pengerjaan proyek dikelola secara swakelola oleh masyarakat dan anggota kelompok tani setempat.
Proyek yang dimulai sejak 22 Mei 2026 ini diproyeksikan selesai pada 30 Desember 2026, dengan total masa pelaksanaan selama 222 hari kalender.
Ketua Kelompok Tani Dadi Makmur, Salim, didampingi Ketua Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK), Rahmat Raharjo, menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan asas transparansi serta partisipasi warga.
Kami sangat menyayangkan adanya informasi publik yang tidak mencerminkan fakta di lapangan. Pekerjaan ini dibangun bersama oleh seluruh anggota kelompok tani.
Setiap tahapan dikerjakan sesuai standar teknis, menggunakan bahan berkualitas, dan dibangun secara kokoh demi kepentingan jangka panjang, ujar Salim saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (30/7/2026).
Salim juga menyayangkan adanya narasi miring yang beredar tanpa melalui proses verifikasi.
Menurutnya, pihak yang mengutip informasi tersebut belum pernah datang ke lokasi pengerjaan maupun menemui pengurus kelompok tani untuk melakukan konfirmasi.
Sangat tidak tepat jika menilai suatu kegiatan tanpa melihat langsung kenyataan di lapangan dan tanpa mengonfirmasi kepada pihak pengelola. Kami menjaga amanah anggaran negara ini agar bermanfaat sepenuhnya bagi para petani, tegasnya.
Adapun pengerjaan optimasi lahan ini mencakup pembenahan saluran irigasi dan pembenahan tata kelola air guna menjamin ketersediaan pasokan air ke area persawahan.
Pengawasan secara berkala terus dilakukan agar hasil konstruksi fisik tepat mutu, kokoh, dan berdaya guna tinggi.
Dengan selesainya infrastruktur irigasi ini, ketersediaan air bagi lahan pertanian di Desa Serawadadi diharapkan makin terjamin. Hal ini diyakini mampu meningkatkan indeks pertanaman serta mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi para petani lokal secara berkelanjutan.
Publisher -Red
Reporter CN -Waluyo
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










