KENDAL, CN 11 Agustus 2026 – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 di Kabupaten Kendal terus menunjukkan progres positif. Hingga Senin, 10 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, pendataan mencapai 86,67 persen dari total prelist awal sebanyak 453.943 usaha dan rumah tangga.
Proses ini digerakkan 949 petugas lapangan yang terdiri dari 830 Petugas Pendata Lapangan atau PPL, 114 Petugas Pengawas Lapangan atau PML, serta 5 petugas khusus pendataan Usaha Besar atau UB.
Kepala BPS Kabupaten Kendal Ade Sandi menyebut secara umum pendataan berjalan lancar. Baik pendataan UB maupun pendataan secara langsung dari pintu ke pintu terus dikawal agar target cakupan terpenuhi dan kualitas data tetap terjaga.
Alhamdulillah, sampai Senin pagi capaian sudah 86,67 persen. Ini hasil kerja keras petugas dan dukungan banyak pihak. Tapi pekerjaan belum selesai. Kita masih harus mengawal agar seluruh cakupan tuntas dengan kualitas data yang baik, ujar Ade saat menerima kunjungan media di kantor BPS Kendal.
Ade menilai dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal menjadi faktor kunci kelancaran SE2026. Bentuknya berupa surat edaran Bupati Kendal kepada jajaran pemerintah daerah hingga masyarakat, yang membantu membuka akses dan menumbuhkan kesadaran pelaku usaha untuk memberikan jawaban secara jujur dan akurat.
Dukungan dari pemerintah daerah sangat kami rasakan. Surat edaran Bupati memberikan penguatan luar biasa bagi petugas di lapangan, ungkapnya.
Kolaborasi juga dijalin dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, seluruh Organisasi Perangkat Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, Badan Gizi Nasional, KADIN, Gapensi, PHRI, IDI, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Otoritas Jasa Keuangan, pengelola Kawasan Industri Kendal, administrator KEK, berbagai asosiasi, organisasi masyarakat, hingga tokoh masyarakat.
Sensus Ekonomi bukan hanya tugas BPS. Ini tanggung jawab bersama karena hasilnya untuk pembangunan Kendal dan Indonesia, tegas Ade.
BPS Kendal juga menghadirkan inovasi NGIBAR atau Ngisi Bareng dengan pendampingan langsung petugas. Melalui program ini, pelaku usaha dibantu mengisi data sehingga kendala di lapangan bisa langsung diselesaikan.
Strategi serupa diterapkan di Kawasan Industri Kendal. Berkat kolaborasi BPS Kendal, pengelola kawasan, dan administrator Kawasan Ekonomi Khusus, kegiatan NGIBAR berjalan terarah.
Hasilnya, tingkat submit data tenant di Kawasan Industri Kendal sudah mencapai sekitar 98 persen.
Ketika ada pendampingan dan komunikasi yang baik, respon pelaku usaha sangat positif. Kolaborasi dengan pengelola kawasan industri dan KEK berdampak besar pada peningkatan angka respon, jelas Ade.
Sosialisasi SE2026 dilakukan secara masif melalui berbagai kanal dan melibatkan banyak pihak. Kesadaran masyarakat dianggap penting karena keberhasilan sensus ditentukan dari kemauan memberi informasi yang benar.
Dukungan aparatur hingga tingkat kecamatan, desa atau kelurahan, Rukun Warga dan Rukun Tetangga juga sangat membantu. Mereka memandu petugas mengenali wilayah, menunjukkan lokasi usaha, dan membuka komunikasi dengan responden.
Bantuan camat, kepala desa, lurah, sampai perangkat Rukun Warga dan Rukun Tetangga sangat kami rasakan. Mereka bagian penting membantu petugas menemukan responden, kata Ade.
Ade juga mengapresiasi Forum Wartawan Kendal atau Forwaken yang konsisten mempublikasikan tahapan SE2026 secara berimbang. Publikasi media dinilai memperluas informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya sensus.
Dukungan teman-teman media membantu masyarakat tahu apa itu Sensus Ekonomi, kenapa harus menjawab, dan bagaimana data ini bermanfaat untuk pembangunan, ujarnya.
Dengan capaian 86,67 persen, BPS Kendal masih melakukan percepatan pada pendataan yang belum selesai. Fokus utama bukan hanya mengejar angka kuantitatif, tetapi juga memastikan validitas dan akurasi data.
Cakupan harus dikejar, tapi kualitas tidak boleh dikorbankan. Setiap data harus kita kawal, termasuk jika ada anomali. Kita ingin SE2026 di Kendal menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan berkualitas, tegas Ade.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan terus menjaga kolaborasi hingga pendataan selesai sesuai jadwal.
Mari kita kawal bersama Sensus Ekonomi 2026 sampai tuntas. Satu jawaban dari masyarakat dan pelaku usaha akan memberi manfaat besar bagi perencanaan pembangunan ke depan. Satu Jawaban, Sejuta Manfaat untuk Indonesia, pungkas Ade Sandi.
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













