Mukomuko, Bengkulu. CN – 11 Agustus 2026 – Berdasarkan informasi dan rekaman yang masif beredar serta viral di berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan ruang digital lainnya, sebuah ironi telanjang terjadi di Provinsi Bengkulu. Syamsul Bahrun, seorang warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, terpaksa melangkah ribuan kilometer dengan berjalan kaki seorang diri menuju Jakarta. Gelombang video, foto, serta kisah perjuangannya menyebar luas dan menyita perhatian publik, memicu simpati mendalam dari warganet sekaligus kemarahan atas lambatnya respons dari otoritas setempat.
Tanpa modal besar dan tanpa jaringan kekuasaan, Syamsul membentangkan Bendera Merah Putih serta poster tuntutan di sepanjang jalan lintas Sumatra. Ia mempertaruhkan nyawa dan fisiknya demi satu tujuan yang seharusnya menjadi hak dasarnya yaitu mencari keadilan atas sengketa harta warisan keluarga yang diduga dirampas dan dikuasai secara sepihak oleh Kepala Desa Bunga Tanjung aktif, An Fendrianto, bersama keluarganya.
Aksi nekat berjalan kaki ribuan kilometer ini sekaligus melemparkan pertanyaan besar dan telak kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari pemerintah desa, kantor camat, pemerintah kabupaten Mukomuko, hingga pemerintah provinsi Bengkulu. Ke mana fungsi pengawasan dan pelayanan publik dari para pejabat di daerah tersebut selama ini?
Mengapa seorang kepala desa bisa begitu leluasa menguasai hak waris yang diduga melibatkan keluarganya sendiri tanpa ada tindakan tegas atau koreksi birokrasi dari instansi di atasnya? Mengapa pula persoalan di tingkat lokal ini dibiarkan berlarut-larut hingga jalan buntu, memaksa seorang warga kecil harus mempertaruhkan nyawa berjalan kaki keluar daerah demi mencari keadilan?
Kelambanan dan sikap tutup mata dari pihak kecamatan, kabupaten, hingga provinsi menunjukkan runtuhnya kehadiran negara di hadapan rakyatnya sendiri. Ketika aparatur pemerintahan di daerah gagal memberikan rasa adil dan perlindungan hukum bagi warganya, di situlah integritas birokrasi dipertanyakan secara tajam.
Syamsul Bahrun kini sedang berjalan menuju Jakarta untuk menuntut keadilan yang sejati. Perjuangan ini adalah ujian nyata bagi komitmen moral negara dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Negara harus hadir secara nyata, negara harus peduli terhadap penderitaan rakyat kecil, dan publik luas harus ikut mengawal agar kasus penguasaan sepihak ini diusut secara transparan tanpa ada intervensi kekuasaan lokal.
Reporter CN -Riski
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













