KENDAL – Serangan hama burung pipit berskala besar melanda kawasan pertanian di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Fenomena yang mulai meningkat signifikan sejak Selasa (14/7/2026) ini memicu keresahan mendalam di kalangan petani setempat akibat ancaman risiko gagal panen yang membayang.
Guna menyelamatkan bulir padi yang mulai menguning, para petani terpaksa memutar otak dan menerapkan berbagai strategi pengusiran mandiri.
Langkah awal menggunakan metode konvensional seperti sorakan dan tepuk tangan di sepanjang pematang sawah dinilai sudah tidak efektif lagi. Kawanan burung pipit tetap hinggap dan merusak tanaman.
Kondisi tersebut mendorong warga merancang alat pengusir hama sederhana memanfaatkan limbah rumah tangga. Mereka menancapkan tiang-tiang bambu dengan jarak setiap empat meter, lalu membentangkan tali penghubung ke seluruh petakan sawah. Pada tali-tali tersebut, digantungkan deretan kaleng bekas susu kental manis yang diisi kerikil.
Saat tali ditarik secara berkala dari gubuk pantau, benturan kaleng menghasilkan bunyi bising yang cukup efektif mengejutkan dan membubarkan kawanan burung.
Selain inovasi alat, para petani kini menerapkan sistem piket ketat demi memperketat pengawasan. Sejak usai salat Subuh, area persawahan sudah dijaga secara bergantian oleh para petani yang melibatkan anggota keluarga mereka hingga menjelang petang.
Salah seorang petani setempat, Shobirin, mengungkapkan beratnya perjuangan para petani di lapangan dalam mempertahankan kualitas dan kuantitas hasil panen musim ini. Namun di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi produktivitas mereka, yakni sektor sarana produksi pertanian.
“Beginilah nasib petani setiap hari. Harus mengolah sawah dan ekstra menjaga tanaman agar bisa membuahkan hasil yang baik. Kami menjaga padi bareng-bareng dengan alat pengusir burung yang sederhana ini. Tetapi kami tetap sangat bersyukur, ini adalah rezeki dari Yang Maha Kuasa,” ujar Shobirin saat ditemui di lokasi persawahan, Selasa (14/7).
Lebih lanjut, Shobirin menyampaikan aspirasi dan harapan besar para petani kepada pihak terkait agar stabilitas sektor pertanian di daerah lebih diperhatikan.
“Kami sangat berharap ke depannya pupuk bersubsidi selalu gampang didapat saat dibutuhkan, dan harganya tetap sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. (Red/Tim)
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










