KENDAL –16 Mei 2026- Masjid Baiturrohim yang terletak di Desa Kiringan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, menerapkan cara unik untuk memakmurkan tempat ibadah sekaligus membantu pemenuhan gizi warga. Melalui program “Jumat Berkah Ceria”, pengurus takmir masjid rutin membagikan paket sayur-mayur gratis usai salat Subuh dan menyediakan santap siang gratis setelah pelaksanaan salat Jumat.
Program yang telah berjalan hampir satu tahun ini mendapat respons positif dari masyarakat. Setiap hari Jumat, saf jamaah salat Subuh di masjid tersebut tampak lebih rapat. Pihak takmir mengemas ibadah terintegrasi ini dengan tajuk “Subuh Ceria”.
Ketua Takmir Masjid Baiturrohim Kiringan, Karyadi, menjelaskan bahwa tujuan pembagian bahan sayur ini adalah untuk mengedukasi dan mengajak jamaah menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, di tengah kesibukan ekonomi, pemenuhan kebutuhan gizi keluarga terkadang terabaikan.
“Insyaallah kami konsisten setiap Jumat pagi usai Subuh Ceria membagikan bahan sayur mentah. Kenapa bahan mentah? Karena kami ingin ada proses memasak di rumah. Ibu-ibu bisa memasak sayur bening, lodeh, atau tumisan untuk keluarga. Ini sedekah yang menyehatkan tubuh jamaah. Kami berharap masjid tidak hanya mengurus akhirat, tetapi juga peduli pada kesehatan jasmani jamaahnya,” ujar Karyadi.
Setelah rangkaian salat Subuh dan kuliah subuh dengan pemateri yang berganti-ganti selesai, para pemuda masjid langsung mengubah teras menjadi area pembagian sayur yang tertib. Ratusan paket bahan makanan segar ditata rapi di atas meja kayu dan karpet.
Bahan-bahan yang dibagikan merupakan komoditas segar hasil panen petani lokal yang meliputi:
– Sayuran hijau: Sawi, kangkung, bayam, atau kubis.
– Protein nabati: Tahu dan tempe.
– Bumbu dapur: Cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat.
– Pelengkap: Jagung manis, terong, atau kacang panjang.
Aksi sosial di Masjid Baiturrohim tidak berhenti di pagi hari. Setelah pelaksanaan salat Jumat dan doa bersama, pihak takmir bersama relawan membuka posko makan gratis di pelataran masjid. Ratusan bungkus makanan siap santap dengan menu variatif—mulai dari nasi lauk ayam, lele goreng, mendoan, hingga sayur asem—disediakan untuk jamaah.
Perwakilan Pemuda Masjid Baiturrohim, Sofik, menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam program ini adalah untuk membantu meringankan beban ekonomi domestik warga.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah pulang dari rumah Allah, para ibu tidak perlu lagi bingung memikirkan apa yang harus dimasak pagi ini. Uang yang seharusnya untuk belanja sayur bisa dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan anak atau ditabung,” kata Sofik.
Program makan gratis ini menyasar seluruh jamaah, mulai dari lansia, tokoh masyarakat, anak-anak, hingga kaum dhuafa. Bahkan, sejumlah pelajar yang mengenakan seragam sekolah ikut mengantre untuk bekal kegiatan ekstrakurikuler mereka.
Salah seorang jamaah yang rutin hadir, Rohmat, mengungkapkan rasa syukurnya atas program kepedulian ini. Selain mendapatkan ilmu agama, ia bisa membawa pulang bahan pangan untuk keluarga.
“Alhamdulillah, setiap Jumat pagi pasti ada sayuran. Kadang dapat sawi, bayam, tahu, tempe, bahkan telur. Hari ini dapat wortel dan tomat juga. Pulang dari masjid bisa langsung dimasak, jadi lebih hemat pengeluaran belanja,” ungkap Rohmat sembari memasukkan sayuran ke dalam tas kantong plastiknya.
Seluruh pendanaan program “Jumat Berkah Ceria” ini berbasis pada swadaya masyarakat. Dana operasional murni diperoleh dari infak jamaah, donasi para dermawan, serta kontribusi pelaku UMKM di sekitar lingkungan masjid. Pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel oleh bendahara takmir guna menjaga kepercayaan publik.
Melalui inisiatif ini, Masjid Baiturrohim Kiringan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah ritual, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat penguatan solidaritas sosial dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sukorejo, Kendal.
Publisher -Red
Reporter CN -Zen
Eksplorasi konten lain dari Cyber Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










